Sukabuminow.com || Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan potensi pertanian daerah kepada masyarakat.
Melalui stan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, beragam hasil pertanian ditampilkan sebagai etalase potensi daerah. Bunga menjadi salah satu sajian utama dalam kegiatan yang mengusung tema “Sukabumi Suka Bunga”.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan pemilihan bunga bukan tanpa alasan. Komoditas tersebut sedang memasuki momentum panen raya pada bulan ini.
“Tema kita hari ini ‘Sukabumi Suka Bunga’. Kebetulan bulan ini memang panen raya bunga, sehingga banyak bunga yang kita tampilkan,” ujar Aep, dalam pembukaan Sukabumi Expo 216 di Lapang Cangehgar, Kamis (10/9/26) malam.
Selain bunga, stan Dinas Pertanian juga menampilkan produk dari delapan komoditas unggulan yang menjadi target pengembangan pemerintah daerah.
Delapan komoditas tersebut meliputi padi, jagung, ubi kayu, hortikultura, perkebunan, serta sejumlah komoditas utama lainnya seperti cabai, kopi, kelapa, bawang merah, dan pisang.
“Produk- produk ini kami tampilkan untuk memberikan gambaran mengenai kekuatan sektor pertanian Kabupaten Sukabumi. Delapan komoditas ini juga menjadi komoditas unggulan dan ditargetkan pemerintah daerah kepada kami Dinas Pertanian,” kata Aep.
Potensi tersebut didukung oleh capaian produksi pertanian Kabupaten Sukabumi hingga semester I 2026.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, realisasi produksi delapan komoditas utama hingga Juni 2026 mencapai 1.006.977,03 ton.
Angka tersebut setara dengan sekitar 71,44 persen dari target produksi pertanian 2026 yang ditetapkan sebesar 1.409.598,69 ton.
Padi menjadi salah satu komoditas dengan kontribusi produksi terbesar, yakni mencapai 709.667,94 ton hingga semester I.
Komoditas lainnya juga memberikan kontribusi, seperti pisang 112.789,7 ton, jagung 64.317,49 ton, ubi kayu 59.018,18 ton, dan kelapa 47.411,12 ton.
“Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi. Namun, potensi tersebut tetap perlu dikembangkan melalui peningkatan produktivitas dan penguatan tata kelola pertanian,” ujarnya.
Menurut Aep, kehadiran stan pertanian dalam rangkaian HJKS bukan hanya untuk memamerkan produk. Namun menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil kerja petani sekaligus menunjukkan potensi komoditas yang dapat dikembangkan di Kabupaten Sukabumi.
Produk pertanian dari berbagai subsektor ditampilkan agar masyarakat dapat melihat langsung keragaman hasil pertanian daerah.
“Kita ingin produk-produk pertanian ini menjadi etalase. Masyarakat bisa melihat bahwa Sukabumi memiliki banyak potensi komoditas yang dapat terus dikembangkan,” tuturnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
