Sukabuminow.com || Persoalan irigasi dan kebutuhan pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi aspirasi yang mengemuka dalam reses Asep Rizwan Efendi di Majelis Nurul Falah, Kampung Simpang RT 003/010, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (26/10/26).
Puluhan warga hadir dalam kegiatan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra tersebut dan menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat. Dari berbagai aspirasi yang muncul, kondisi irigasi menjadi salah satu perhatian utama karena menyangkut keberlangsungan aktivitas pertanian dan keamanan lingkungan sekitar.
Haji Cuki -sapaan karib Asep Rizwan Efendi- mengatakan persoalan irigasi perlu mendapat perhatian karena kerusakan yang dibiarkan berlarut dapat menimbulkan dampak lebih luas bagi masyarakat.
“In Syaa Allah akan saya perjuangkan. Ini untuk kebutuhan para petani dan masyarakat di sini juga supaya memperlancar. Irigasi itu berpengaruh ke tempat-tempat yang ada. Kalau semakin parah dan rusak, rumah-rumah di sekitar juga bisa terkena dampaknya,” ujar Cuki.
Menurutnya, keberadaan irigasi tidak hanya berkaitan dengan kelancaran pengairan lahan pertanian. “Infrastruktur itu perlu diperhatikan dari sisi keselamatan lingkungan, terutama apabila kondisinya terus mengalami kerusakan,” tegasnya.
Selain irigasi, persoalan legalitas atau perizinan lembaga PAUD turut disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Aspirasi itu muncul dari seorang guru PAUD yang berharap proses perizinan lembaganya dapat memperoleh pendampingan dan tindak lanjut dari instansi terkait.
Cuki mencatat persoalan tersebut sebagai bagian dari aspirasi warga yang perlu diperjuangkan melalui jalur yang sesuai. Menurutnya, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga akses terhadap layanan pendidikan.
“Ada juga usulan dari ibu guru PAUD terkait realisasi perizinan. Sebelumnya informasi baru diterima melalui Zoom dan pihak kedinasan belum datang langsung,” katanya.
Haji Cuki menilai, reses penting untuk memastikan persoalan di tingkat masyarakat dapat disampaikan secara langsung. Aspirasi yang dihimpun selanjutnya akan diperjuangkan sesuai kewenangan dan prioritas pembangunan.
Dalam konteks Wangunsari, perbaikan irigasi menjadi isu strategis karena memiliki keterkaitan dengan produktivitas petani sekaligus kondisi lingkungan permukiman.
Ia berharap aspirasi tersebut tidak berhenti pada penyampaian dalam forum reses, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait.
“Aspirasi ini akan saya perjuangkan karena menyangkut kebutuhan masyarakat, terutama para petani. Mudah-mudahan ada tindak lanjut sehingga persoalan yang dirasakan warga bisa segera mendapatkan solusi,” tuturnya.
Bagi warga Wangunsari, reses menjadi kesempatan untuk membawa persoalan yang mereka hadapi sehari-hari ke dalam pembahasan pembangunan. Dua isu yang mencuat, yakni irigasi dan PAUD, menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang mendukung ekonomi sekaligus pelayanan dasar.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
