Realisasi Tanam Padi Palabuhanratu 2025: Januari Tersendat, Februari Melonjak
Sukabuminow.com || UPTD Pertanian Wilayah IV Palabuhanratu terus berupaya mencapai target luas tanam padi sawah tahun 2025. Dengan sasaran tanam mencapai 20.805 hektare sepanjang tahun, berbagai strategi dan pendekatan telah dilakukan untuk memastikan produksi pertanian tetap optimal.
Menurut Kepala UPTD Pertanian Wilayah IV Palabuhanratu, Ira Nuryanti, realisasi luas tanam padi pada awal tahun ini menunjukkan dinamika yang menarik. Meskipun ada tantangan di bulan Januari, capaian bulan Februari justru melampaui target yang telah ditetapkan.
Target dan Realisasi Tanam Januari-Februari 2025
Berdasarkan data yang dihimpun dari UPTD Wilayah IV Palabuhanratu, target tanam pada Januari seluas 1.825 hektare, sedangkan realisasinya di angka 1.144 hektare. Sementara di bulan Februari, target tanam mencapai 1.056 hektare, dengan realisasi lebih tinggi, yakni menyentuh angka 1.658 hektare.
Pada Januari 2025, realisasi luas tanam hanya mencapai 1.144 hektare atau sekitar 62,7 persen dari target. Menurut Ira, faktor cuaca dan dampak bencana bulan Desember menjadi salah satu kendala utama yang menghambat pencapaian target.
“Curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah dan dampak bencana bulan Desember terutama di Kecamatan Simpenan, Bantargadung, dan Warungkiara, menyebabkan keterlambatan tanam. Selain itu, kesiapan lahan dan ketersediaan benih juga memengaruhi realisasi di bulan Januari,” jelas Ira saat ditemui di ruangannya, Jumat (7/3/25).
Namun, memasuki Februari 2025, realisasi luas tanam justru melebihi target. Dari rencana 1.056 hektare, luas tanam yang tercapai mencapai 1.658 hektare atau sekitar 157 persen dari target.
“Keberhasilan Februari ini tidak lepas dari kerja sama petani, penyuluh, dan dukungan dari berbagai pihak dalam mengoptimalkan jadwal tanam. Selain itu, kondisi cuaca yang mulai stabil juga sangat membantu,” tambahnya.
Wilayah Kerja UPTD Wilayah IV Palabuhanratu
UPTD Pertanian Wilayah IV Palabuhanratu memiliki cakupan kerja di enam kecamatan, yaitu Palabuhanratu, Bantargadung, Simpenan, Warungkiara, Cikakak, dan Cisolok.
Setiap kecamatan memiliki karakteristik pertanian yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan dalam upaya pencapaian target juga harus disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Strategi Ke Depan untuk Mencapai Target Tahunan
Untuk mencapai target tahunan 20.805 hektare, UPTD Wilayah IV Palabuhanratu telah menyiapkan beberapa strategi, antara lain:
- Penguatan Sistem Irigasi
Meningkatkan efektivitas pengelolaan air di lahan pertanian guna mengantisipasi perubahan cuaca.
- Optimalisasi Penyuluhan dan Pendampingan Petani
Memberikan pendampingan kepada petani terkait pola tanam yang lebih adaptif terhadap cuaca dan ketersediaan air.
- Distribusi bantuan Benih dan Pupuk Tepat Waktu
Memastikan ketersediaan benih unggul dan pupuk tepat waktu agar petani dapat menanam sesuai jadwal.
- Pemetaan Wilayah Prioritas
Mengidentifikasi daerah yang memiliki potensi tanam lebih tinggi serta mengatasi kendala yang ada di wilayah yang mengalami hambatan.
“Kami optimis dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, petani, dan penyuluh pertanian juga pendampingan dukungan berbagai pihak target luas tanam 2025 dapat tercapai,” pungkas Ira.
Dengan pencapaian Februari yang menggembirakan, harapan untuk bulan-bulan berikutnya semakin besar. Keberlanjutan kerja sama dan optimalisasi strategi pertanian menjadi kunci utama dalam memastikan produksi padi sawah di wilayah ini tetap stabil dan mencapai target yang telah ditetapkan. (Ade F)
Redaktur : Andra Permana




