Sukabuminow.com || Refuse Derived Fuel (RDF) merupakan inovasi bahan bakar alternatif yang berasal dari sampah rumah tangga dan limbah padat lainnya. RDF diproses melalui serangkaian tahapan, seperti pengeringan, pemilahan, dan pencacahan, hingga menghasilkan bahan bakar siap pakai yang memiliki nilai kalor tinggi. Bahan bakar ini dapat digunakan dalam industri, terutama sebagai substitusi batu bara, sehingga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dan ketergantungan pada energi fosil.
Teknologi RDF kini menjadi bagian dari konsep pengelolaan lingkungan cerdas (smart environment), dengan pendekatan daur ulang energi dari limbah yang sebelumnya hanya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). RDF tidak hanya menekan volume sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan energi baru yang lebih berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan uji coba operasional pabrik RDF yang berlokasi di TPA Cimenteng, Kecamatan Cikembar, belum lama ini. Kegiatan bertajuk commissioning atau non-commercial run itu dilaksanakan sebagai bagian dari proses perizinan sekaligus untuk mengevaluasi kesiapan teknis fasilitas RDF. Uji coba tersebut melibatkan tim dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, menyatakan bahwa RDF menjadi program strategis yang telah lama dinantikan. Ia menegaskan bahwa keberadaan fasilitas RDF diharapkan mampu mengurangi jumlah tumpukan sampah secara signifikan, baik dari sisi kuantitas maupun dampaknya terhadap lingkungan.
“Dengan RDF, kami menargetkan pengurangan volume sampah di TPA Cimenteng secara bertahap. Tidak hanya di hilir, kami juga terus mendorong pengurangan sampah sejak dari hulu, yaitu dari rumah tangga dan pelaku usaha,” jelas Prasetyo, belum lama ini.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa DLH Kabupaten Sukabumi terus mengintensifkan upaya pengelolaan sampah secara menyeluruh. Sejak tahun-tahun sebelumnya hingga 2025 ini, pendekatan hulu-hilir terus dikembangkan, salah satunya dengan memaksimalkan peran teknologi RDF.
“Teknologi ini sangat penting, tidak hanya untuk menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga sebagai langkah nyata pengurangan emisi dan dukungan terhadap energi alternatif. RDF menjadi bagian dari kebijakan strategis daerah untuk masa depan yang lebih hijau,” pungkasnya.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
