Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kolaborasi internasional. Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah kerja sama pendidikan dengan University of Gyeongnam Namhae, Korea Selatan, yang kembali membuka peluang beasiswa bagi putra-putri Sukabumi.
Saat ini, sebanyak 15 mahasiswa asal Sukabumi telah menempuh pendidikan tinggi di kampus yang berlokasi di Korea Selatan tersebut. Selain mendapatkan beasiswa penuh, mereka juga memiliki kesempatan bekerja di perusahaan-perusahaan besar yang berada di sekitar kampus.
Presiden University of Gyeongnam Namhae, Young Sik Noh, mengungkapkan bahwa mahasiswa yang dikirim dari Sukabumi tidak hanya belajar, tetapi juga dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja global.
“Ada perusahaan besar di sekitar kami, termasuk industri yang memproduksi pesawat. Ini menjadi peluang strategis bagi lulusan untuk langsung bekerja setelah studi,” jelasnya dalam pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Selasa (24/6/25).
Ia menambahkan, keberadaan mahasiswa asal Sukabumi di Korea Selatan merupakan hasil dari seleksi ketat. Para penerima beasiswa dipilih berdasarkan kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan studi di luar negeri.
Di tempat sama, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menyambut baik kelanjutan program ini. Menurutnya, kerja sama pendidikan seperti ini merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Sudah dua gelombang mahasiswa berangkat ke Korea Selatan melalui program ini, dan saat ini sedang berlangsung proses seleksi berikutnya. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat Sukabumi memiliki potensi yang besar untuk bersaing di kancah internasional,” tegasnya.
Ia berharap, program ini terus berlanjut dan diperluas, agar semakin banyak generasi muda Sukabumi yang memperoleh akses pendidikan bermutu sekaligus pengalaman internasional.
“Kami ingin mereka pulang dengan ilmu dan pengalaman untuk membangun daerah asalnya,” tutup Andreas.
Reporter: Ridwan HMS
Redaktur: Andra Permana
