Kabupaten SukabumiPolitik

Prihatin dengan Suhu Politik Kabsi, Poros Milenial Deklarasikan Diri

Reporter : Edo

Sukabuminow.com || Suhu politik mendekati pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sukabumi yang tinggal beberapa bulan lagi semakin panas. Hal itu ditunjukan para tim sukses di media sosial.

Hal itu mengundang keprihatinan dari kelompok pemuda yang tergabung dalam Poros Milenial, yang mengharapkan para elit politik dan tim sukses ataupun buzzer dapat memberikan contoh dan pemahaman kepada anak muda soal politik sesungguhnya.

“Kita sudah deklarasi poros perubahan. Karena kita melihat bahwa di media sosial, baik tim sukses maupun juga para buzzer itu dengan mudah menggeser perdebatan politiknya ke arah yang tidak produktif atau tidak ke arah substansial. Poros Milenial hadir guna menampung aspirasi kaum muda untuk mengambil alih diskusi ke arah yang lebih bermutu,” ujar Ketua Forum Poros Milenial M Roy Tahsin, Jumat (7/8/20).

Roy menjelaskan, ada dua faktor penyebab para tim sukses dan buzzer melakukan politik seperti itu. Yakni tidak adanya perlembagaan politik yang tumbuh membudayakan demokrasi, dan mereka tidak ingin naik kelas dalam memahami demokrasi.

“Kami ingin pemuda memahami dinamika politik. Ikut serta dalam konstalasi dengan menghadirkan argumen yang bermutu serta debatnya dalam tataran visi misi calon. Tim sukses hari ini harusnya memperlihatkan sifat elitisnya dalam politik pencalonan tadi,” jelasnya.

“Jadi Poros Milenial ini wadah untuk kalangan pemuda. Dimana kaum muda ini memiliki progresif dan revolusioner. Kita ingin menampung kaum milenial untuk ikut memberikan nuansa baru dalam memahami dinamika politik di Kabupaten Sukabumi,” sambungnya.

Ia menegaskan, tidak ada segmentasi milenial. Sehingga siapapun dapat bergabung untuk melakukan upaya ke arah yang lebih baik. Seluruh pemuda dapat bergabung dalam diskusi bersama Poros Milenial.

“Kami melihat para elit politik saat ini seolah larut dalam euforia para netizen. Kita bisa lihat di media sosial, gagasan-gagasan yang disampaikan tim sukses maupun bakal calon tidak terjadi. Yang ada hanya caci maki dan saling sudut menyudutkan. Mereka memunculkan identitas satu calon tertentu itu dilihat dari tingkat kesalehannya. Padahal kita ini mau memilih calon bupati, bukan memilih wakil tuhan,” tandasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close