Sukabuminow.com || Kawasan wisata Pantai Karanghawu di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menunjukkan wajah yang lebih bersih setelah sekitar 500 peserta mengikuti gerakan Jumat Bersih Gembira Pesisir di Desa Cisolok, Jumat (17/7/26). Aksi tersebut menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam menjaga destinasi wisata unggulan di pesisir selatan Jawa Barat.
Ratusan peserta berasal dari unsur Forkopimcam Cisolok, Pemerintah Desa Cisolok, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Nusa Putra, UIFA, pelajar SMP dan SMA/SMK, serta masyarakat sekitar.
Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar berfokus pada aksi memungut sampah. Menurutnya, edukasi kepada generasi muda menjadi bagian penting agar kepedulian terhadap lingkungan tumbuh sejak dini.
“Melalui kegiatan ini para pelajar mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah, alasan sampah tidak boleh dibuang sembarangan, hingga dampaknya terhadap lingkungan. Setelah itu mereka langsung mempraktikkan aksi bersih pantai di Karanghawu,” kata Okih.
Ia menilai sinergi pemerintah, mahasiswa, pelajar, pelaku usaha, dan masyarakat perlu terus dipertahankan sehingga budaya menjaga kebersihan tidak hanya muncul saat kegiatan berlangsung, melainkan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Okih juga mengajak wisatawan untuk ikut menjaga kebersihan Pantai Karanghawu dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan sesuai jenisnya. Menurutnya, destinasi wisata yang bersih akan memberikan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus meningkatkan citra pariwisata Sukabumi.
Sampah yang berhasil dikumpulkan dipilah terlebih dahulu. Sampah yang masih dapat ditangani langsung diproses di lokasi, sedangkan sisanya diangkut menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebelum dibawa oleh DLH ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Nuryamin, memberikan apresiasi atas tingginya partisipasi seluruh pihak dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, aksi bersih pantai menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia pendidikan, dan komunitas.
“Kami mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini. Kesadaran menjaga kebersihan harus menjadi gerakan bersama karena kawasan wisata yang bersih akan memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaku usaha, dan sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi,” ujar Nuryamin.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan di berbagai kawasan wisata pesisir. Dengan demikian, edukasi mengenai pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu membentuk perilaku masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.
Gerakan Jumat Bersih Gembira Pesisir juga mendapat dukungan dari mahasiswa KKN yang tidak hanya terlibat dalam aksi bersih pantai, tetapi memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah kepada pelajar dan pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.
Melalui kolaborasi tersebut, Pantai Karanghawu diharapkan semakin siap menjadi destinasi wisata unggulan yang bersih, nyaman, dan berdaya saing. Upaya menjaga kebersihan lingkungan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat citra Kabupaten Sukabumi sebagai daerah tujuan wisata pesisir di Jawa Barat.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
