AdvertorialKabupaten SukabumiParlemen

Palabuhanratu Miliki Bank Sampah Mendunia, Badri Suhendi : Pemkab Sukabumi Jangan Cuek!

Reporter : Edo

Sukabuminow.com || Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi, dibuat tercengang dengan inovasi warga Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu terkait penanggulangan sampah.

Dalam Reses II di Citepus, Selasa (14/1/20), Badri mendengarkan langsung paparan dari Ketua Pengelola Bank Sampah Mugi Mandiri, Asep Nasrullah.

LEBIH dari 60 warga menghadiri Reses II Badri Suhendi di Desa Citepus. Foto : Sukabuminow

“Bank Sampah kami berdiri sejak 23 Oktober 2013. Bangunannya hibah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Alhamdulillah, berjalan konsisten sampai sekarang,” tutur Asep Nasrullah kepada Sukabuminow.com.

Baca Juga :

Asep menjelaskan, saat ini Bank Sampah Mugi Mandiri telah memiliki 300 anggota dalam kelompok. Separuhnya merupakan pengrajin dari sampah dan separuh lainnya sebagai pemungut sampah.

“Kami sudah menghasilkan banyak kerajinan tangan, pupuk organik, ahli pemilahan sampah dan lainnya. Setiap 2 minggu sekali, masyarakat kami berikan pelatihan juga soal pengelolaan sampah,” ujarnya.

Jadi Tempat Study Banding Dua Negara

Yang lebih membanggakan, Bank Sampah Mugi Mandiri telah dikunjungi para penggiat pengelolaan sampah dari 2 negara, yakni Jerman dan Timor Leste.

“Kami pun sudah 3 kali mendapat penghargaan, Kalpataru dan Proklim. Tapi sayangnya, dua kali saat mengambil tropi tidak dikasih transport sama Pemkab Sukabumi,” bebernya seraya tersenyum kecut.

“Kami merasa tidak diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Sebenarnya kami binaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, tapi operasionalnya tidak diperhatikan. Padahal kami butuh kendaraan untuk mengangkut sampah ke Bank Sampah Mugi Mandiri,” paparnya.

Program Bayar Pajak dengan Sampah

Lebih jauh, Asep menjelaskan, pihaknya memiliki program sampah membangun desa. Yakni membayar pajak dengan tabungan sampah. Sehingga penagih pajak bukan datang ke warga, melainkan ke bank sampah.

“Tabungan sampah juga ada. Itu bisa diambil seminggu sebelum puasa. Sudah berjalan sejak 2013,” tandasnya.

Badri Suhendi Kecewa dengan DLH

Di tempat sama, Badri Suhendi, menegaskan, sangat mengapresiasi Asep Nasrullah dan kolega dalam mengelola Bank Sampah Mugi Mandiri. Namun, ia mengaku prihatin dengan minimnya perhatian dari DLH Kabupaten Sukabumi terhadap Asep dan kawan-kawan.

“Kalau saya lihat, perhatian dari pemerintah masih sangat kurang. Soalnya bantuan yang ada selama ini dari Kementerian LHK,” imbuhnya.

Badri berharap, DLH Kabupaten Sukabumi dapat mengakomodir harapan dan keinginan pengelola Bank Sampah Mugi Mandiri.

“Mereka sudah berkontribusi kepada daerah untuk bebas sampah. Apalagi Desa Citepus ini kawasan wisata. Mereka membutuhkan kendaraan untuk mengangkut sampah,” terangnya.

“Sampah yang diambil, kedepannya bisa saja bukan hanya dari Palabuhanratu tapi juga dari wilayah lain,” pungkasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close