Sukabumi Gandeng BRIN, Riset dan Inovasi Jadi Senjata Hadapi Persoalan Daerah
Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai memperkuat arah pembangunan berbasis riset dan inovasi sebagai strategi menghadapi tantangan daerah yang semakin kompleks, mulai dari ketahanan pangan, kerusakan lingkungan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 di Gedung Kusnoto Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jalan Ir. H. Juanda Nomor 18, Bogor, Kamis (7/5/26).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis karena mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, peneliti, hingga pemangku kepentingan dalam satu forum kolaborasi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ade Suryaman menegaskan, paradigma pembangunan daerah saat ini tidak lagi dapat mengandalkan pendekatan konvensional. Menurutnya, seluruh kebijakan harus bertumpu pada data yang valid, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen bahwa pembangunan harus berbasis pada bukti yang valid dan terukur,” ujar Ade.
Ia menyebut, penghargaan BRIDA atau Bapperida Optimal Tahun 2025 yang diterima Kabupaten Sukabumi dari BRIN bukan sekadar prestasi administratif, melainkan dorongan untuk menghadirkan riset yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Penghargaan tersebut bukan garis akhir, melainkan katalisator bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk menjadikan riset sebagai solusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat,” katanya.
Dalam forum tersebut, Ade Suryaman memaparkan lima agenda prioritas pembangunan Kabupaten Sukabumi yang dinilai membutuhkan dukungan riset dan inovasi secara serius.
Kelima agenda itu meliputi pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial, transformasi spasial dan tata lingkungan, hilirisasi agromaritim dan industri, konservasi dan pariwisata, serta penguatan kapasitas inovasi sosial.
Isu ini dinilai sangat strategis karena Kabupaten Sukabumi memiliki tantangan geografis dan potensi sumber daya alam yang besar. Di satu sisi, sektor pertanian, kelautan, dan pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Namun di sisi lain, ancaman perubahan iklim, kerusakan lingkungan, hingga rendahnya nilai tambah hasil produksi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Ade menilai, lima agenda besar tersebut tidak mungkin diselesaikan dengan pola kerja biasa. Karena itu, ia mendorong kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.
“Kami membutuhkan orkestrasi pentahelix yang solid. Kesepakatan kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat hari ini adalah kontrak moral bersama,” tegasnya.
Salah satu langkah konkret yang lahir dalam forum tersebut ialah penyerahan rencana kerja kajian social mapping pemberdayaan dan pengembangan masyarakat serta penandatanganan kesepakatan antara BRIN dan Bapperida Kabupaten Sukabumi terkait inovasi teknologi pengukur unsur hara tanah.
Teknologi ini dipandang penting untuk mendukung modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi, terutama dalam meningkatkan produktivitas lahan dan efisiensi penggunaan pupuk.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan arah baru pembangunan Sukabumi yang mulai mengintegrasikan teknologi riset dengan kebutuhan riil masyarakat, khususnya petani.
Di tengah meningkatnya ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim, penguatan riset pertanian menjadi salah satu sektor yang diprediksi akan menentukan daya tahan ekonomi daerah di masa depan.
Menutup sambutannya, Ade Suryaman berharap Musrenbang Riset dan Inovasi Daerah 2026 tidak berhenti sebagai forum seremonial semata, tetapi mampu memperkuat jejaring kemitraan dan budaya kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, pembangunan daerah yang berkelanjutan hanya dapat tercapai jika seluruh elemen bergerak bersama dengan dukungan inovasi yang aplikatif.
“Momentum ini harus menjadi penguat jejaring, memperluas kemitraan, dan menumbuhkan budaya kolaborasi demi mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” pungkasnya.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana




