Mengukir Harapan di Palabuhanratu: Lurah Yadi Santuni Anak Yatim
Sukabuminow.com || Di tengah hiruk-pikuk kehidupan pesisir dan derasnya arus tantangan sosial, secercah harapan lahir dari langkah sederhana namun penuh makna. Lurah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Yadi Supriyadi, memilih untuk tidak sekadar duduk di balik meja jabatan. Ia turun langsung ke tengah masyarakat, menyentuh hati mereka yang kerap terlupakan, anak-anak yatim piatu yang menanti uluran kasih.
Senin (24/3/25) sore, suasana haru dan penuh kehangatan terasa di lingkungan RW 01, RW 02, dan RW 03 Kelurahan Palabuhanratu. Sebanyak 60 anak yatim tampak sumringah menerima bingkisan sembako yang diserahkan langsung oleh mantan Kasi Trantibum Kecamatan Palabuhanratu itu. Namun lebih dari sekadar pemberian, momen itu menjadi perwujudan nyata dari komitmen sosial dalam program 100 hari kerja pertamanya.
“Sejak saya dilantik pada 22 Januari 2025, saya sadar bahwa jabatan ini bukan hanya soal administrasi, tapi soal bagaimana hadir dan berarti bagi masyarakat,” ujar Yadi, matanya menatap hangat ke arah anak-anak yang menerima bantuan. “Program ini bukan acara seremonial, melainkan akan kami jalankan secara konsisten setiap bulan.”
Lebih dari sebuah program kerja, langkah Yadi menjadi simbol kepedulian sosial yang bersumber dari empati. Ia paham betul, anak-anak yatim tak hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga perhatian dan pengakuan akan keberadaan mereka sebagai bagian berharga dari masyarakat.
Apa yang dilakukan Yadi tak berdiri sendiri. Kehadiran dan dukungan Kepala Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Palabuhanratu menjadi contoh sinergi yang menguatkan semangat kebersamaan. “Kami berterima kasih kepada Kepala BSI yang telah mendukung kegiatan ini. Harapan kami, akan lebih banyak lembaga yang tergerak untuk ambil bagian dalam kegiatan sosial semacam ini,” ungkapnya.
Respons positif pun datang dari masyarakat. Muhammad Fahmi Assegaf, atau yang akrab disapa Habib Fahmi, Ketua RW 01 Kampung Batusapi, menyampaikan apresiasi mendalam. “Baru kali ini kami merasakan sentuhan langsung dari seorang lurah seperti ini. Membahagiakan anak yatim adalah perbuatan mulia. Kami doakan Pak Lurah dan seluruh jajaran kelurahan selalu diberi keberkahan dan kekuatan untuk terus berbuat baik,” tuturnya penuh haru.
Di balik senyum anak-anak yatim yang menerima bantuan, tersimpan doa dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Langkah Yadi adalah pengingat, bahwa keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan bukanlah pilihan, melainkan kewajiban moral yang harus terus dijalankan.
Di Palabuhanratu, sebuah kisah kepemimpinan yang menyatu dengan rasa kemanusiaan sedang ditulis. Dan seperti gelombang laut yang tak pernah lelah menghempas pantai, semangat berbagi itu diharapkan terus mengalir, membawa berkah dan kedamaian bagi seluruh warga. (Ade F)
Redaktur : Andra Permana




