Sukabuminow.com || Seluruh kalangan masyarakat merugi. Akibat pemadaman listrik yang terjadi. Terlebih para pengusaha. Yang perusahaannya tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia : Apindo Kabupaten Sukabumi.
Ketua Apindo Kabupaten Sukabumi : Ning Wahyu Astuti. Mengatakan pemadaman listrik terjadi dengan waktu bervariasi . Dan pemadaman tersebut sangat berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan.
“Pemadaman listrik terjadi dalam waktu yang variatif. Ada yang pukul 07.30 WIB sampai 13.00 WIB. Ada juga yang pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB. Dan ada lagi di waktu lain,” ungkap Ning kepada Sukabuminow. Senin (5/8/19).
Ia menjelaskan. Meski perusahaan memiliki genset. Namun hal itu tidak secara maksimal bisa mendukung proses produksi. Serta jelas menambah biaya yang tidak sedikit. Dimana perusahaan-perusahaan tersebut. Membutuhkan ratusan hingga ribuan liter solar setiap jam untuk mengcover.
“Bisa dibayangkan perusahaan -perusahaan besar. Seperti perusahaan sepatu. Meskipun ada genset. Hanya sebagian proses produksi yang bisa di cover. Sehingga hasilnya tidak maksimal,” paparnya.
Baca Juga :
- Wujudkan ASN Bersinar, Personel Satpol PP Kabupaten Sukabumi Tes Urine
- Pemilukada Kabupaten Sukabumi, KPU Butuh 78 Miliar
Ning juga mengaku prihatin. Dengan perusahaan kecil dan menengah. Yang tidak memiliki genset memadai. Sehingga karyawannya banyak yang tidak bekerja. Sementara upah tetap harus dibayar perusahaan.
“Banyak dampaknya lah. Ekspor juga terlambat karena produksi terganggagu. Proses dokumentasi dan pendataan menjadi sangat tidak efektif. Karena harus manual. Komunikasi bisnis terhambat. Sehingga banyak terjadi masalah. Banyak pokoknya,” urainya.
“Kami (para pengusaha) akan mendiskusikan hal ini. Dengan Kepala Cabang PLN Kabupaten Sukabumi. Untuk menanyakan langkah-langkah antisipatif kedepan. Yang akan dilakukan oleh PLN. Termasuk mendiskusikan kompensasi dari kerugian yang kami alami,” sambungnya. (Andra Permana)
Editor : Cepy ST || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
