Tinggal Sendiri di Sukabumi, Lansia Asal Jakarta Ditemukan Tak Bernyawa
Sukabuminow.com || Peristiwa meninggalnya seorang pria lanjut usia di Kota Sukabumi, Jawa Barat, menyita perhatian publik. Korban yang diketahui berasal dari Jakarta itu ditemukan tak bernyawa di dalam rumah kontrakan, setelah sebelumnya sempat terdengar mengeluh kesakitan.
Pria tersebut diketahui bernama Rully P. Ahmadsyah (68 th), warga Jakarta Selatan, yang selama ini tinggal seorang diri di Kampung Sudajaya, RT 005/003, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (31/3/26) sekitar pukul 12.30 WIB. Warga sekitar awalnya tidak menaruh curiga, hingga akhirnya mendengar suara korban seperti sedang kesakitan dari dalam kontrakan.
Ketua RW setempat, Yusuf Sopian, mengungkapkan bahwa malam sebelum kejadian, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya. Bahkan, ia sempat meminta bantuan warga untuk membelikan obat.
“Sekitar pukul 12.00 WIB masih terdengar suara seperti orang sakit, bahkan sempat berteriak ‘Allahu Akbar’. Namun warga tidak berani masuk karena korban dikenal tertutup,” ujar Yusuf.
Kondisi korban yang jarang berinteraksi dengan lingkungan membuat warga ragu untuk bertindak cepat. Korban diketahui memang hidup menyendiri dan tidak pernah membuka identitas keluarga kepada warga sekitar.
Tak lama setelah suara itu menghilang, warga akhirnya memberanikan diri mengecek kondisi di dalam kontrakan. Saat ditemukan, korban sudah dalam posisi telungkup dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Warga pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada pengurus lingkungan, sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian dan petugas kesehatan.
Kapolsek Baros, Kompol Iman Prayitno, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban pertama kali ditemukan oleh saksi yang curiga karena tidak adanya aktivitas di dalam kontrakan.
“Saat pintu dibuka dalam kondisi tidak terkunci, korban ditemukan telungkup di dalam kamar,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di dalam kontrakan, petugas juga menemukan sejumlah obat dan vitamin.
Jenazah korban sempat dibawa ke RSUD R. Syamsudin S.H untuk dilakukan pemeriksaan luar guna memastikan penyebab kematian. Namun, pihak keluarga yang telah dihubungi memutuskan untuk menolak dilakukan autopsi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial di lingkungan tempat tinggal, terutama terhadap warga yang hidup seorang diri dan tertutup.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




