Kabupaten Sukabumi

Keluhan Pengemudi Elf di Palabuhanratu, Travel Gelap Mengancam Angkutan Umum

Sukabuminow.com || Musim mudik Idulfitri 1446 H/2025 M menjadi tantangan bagi pengemudi angkutan elf di Terminal Type B Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Mereka mengeluhkan banyaknya travel gelap yang menyebabkan penurunan drastis jumlah penumpang.

Pengemudi Elf Kehilangan Penumpang

Pengurus angkutan elf di Terminal Type B Palabuhanratu, Ramlan Saripudin, mengungkapkan bahwa kondisi angkutan umum saat ini semakin mengkhawatirkan akibat maraknya travel dan rental ilegal.

“Lebaran kali ini sangat minim penumpang untuk mobil umum jenis elf. Banyak yang beralih ke travel gelap dan rental,” ujarnya saat ditemui pada Sabtu (29/4/25).

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Ramlan menyebut jumlah penumpang mengalami penurunan signifikan, terutama untuk rute Bayah, Cikotok, dan Pasir Kuray. “Benar-benar sepi, turun drastis dibanding tahun lalu,” tambahnya.

Harapan Pengemudi untuk Tindakan Tegas

Ramlan berharap ada penindakan tegas terhadap travel gelap agar transportasi umum tetap bisa beroperasi.

“Kalau dibiarkan, angkutan umum bisa hilang. Dulu PO Bus banyak, sekarang hanya tersisa satu, yaitu MGI. Elf juga semakin berkurang, banyak yang gulung tikar,” jelasnya.

Menurut Ramlan, para pengemudi kini kesulitan mendapatkan rit (perjalanan). “Dulu bisa dua rit, sekarang satu pun sulit. Banyak sopir yang terpaksa menginap di terminal karena tidak ada penumpang. Kami meminta pemerintah untuk menindak travel gelap agar transportasi umum tetap berjalan seperti dulu,” pintanya.

Tanggapan Dishub Jabar

Menanggapi keluhan pengemudi, anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat, Yudi Wahyudi, membenarkan bahwa maraknya travel gelap berdampak besar pada angkutan elf.

“Sangat berpengaruh. Banyak pengemudi elf, termasuk yang menuju Jampang, mengeluh hal yang sama. Kami sudah menindaklanjuti dengan operasi di jalan, tetapi kewenangan di jalan ada di Dishub Kabupaten,” ujar Yudi.

Lonjakan Penumpang dan Kenaikan Tarif

Meski terjadi lonjakan penumpang dibanding hari biasa, peningkatannya hanya sekitar 25 persen, jauh lebih rendah dibanding mudik tahun lalu yang mencapai 50 persen.

“Untuk bus MGI, ada 25 unit yang beroperasi. Tarif juga naik sekitar 15 persen, misalnya rute Bogor dari Rp60.000 menjadi Rp70.000, dan Palabuhanratu-Sukabumi dari Rp45.000 menjadi Rp55.000,” jelas Yudi.

Upaya Pencegahan Kecelakaan

Untuk mengantisipasi kecelakaan selama mudik, Dishub Jabar bersama tim gabungan melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan (Ramcek) serta tes kesehatan bagi sopir dan kernet.

“Setiap hari kami lakukan Ramcek dan pemeriksaan surat kendaraan sebelum diberangkatkan. Pada operasi gabungan hari Kamis lalu, kami juga melakukan tes kesehatan dan tes urine gratis bagi para pengemudi,” terangnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa semua sopir dan kernet dinyatakan negatif narkoba. Namun, ditemukan satu unit kendaraan yang belum melakukan uji KIR, sehingga harus dikembalikan ke pool untuk perbaikan surat-suratnya.

Dengan kondisi ini, para pengemudi elf berharap pemerintah lebih serius menangani travel gelap agar angkutan umum tetap dapat bertahan dan beroperasi secara optimal. (Edo)

Redaktur : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page