Kabupaten Sukabumi

Antrean Kendaraan di Jalan Darurat Sukabumi Usai Jembatan Cidadap Ambruk

Sukabuminow.com || Antrean kendaraan terlihat mengular di ruas Jalan Nasional Bagbagan-Kiara Dua saat melewati jalan darurat yang dibangun pasca-ambruknya Jembatan Cidadap, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan roda empat harus bergantian melintasi jalan darurat yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) itu. Petugas gabungan bersama warga juga turut membantu mengatur arus lalu lintas. Sementara itu, kendaraan roda dua masih bisa melewati jembatan lama.

Salah-satu pengguna jalan, Endang (42 th), mengaku harus menunggu sekitar setengah jam sebelum bisa melewati jalan darurat.

“Lumayan lama, karena harus antre dan bergantian lewat. Jembatannya kecil, jadi tidak bisa dilewati sekaligus,” ujarnya saat ditemui di lokasi pada Sabtu (29/3/25).

Kapolsek Simpenan, AKP Erwan, menjelaskan bahwa pengalihan arus dilakukan khusus untuk kendaraan roda empat yang tidak bisa melintas di jembatan lama.

“Untuk arus lalu lintas dari Bagbagan-Kiara Dua melalui Jembatan Bojongkopo yang terdampak bencana, kendaraan roda empat dialihkan ke jembatan sementara dengan sistem buka tutup. Kendaraan masuk dari minimarket dan keluar di pertigaan Bojongkopo. Sementara roda dua tetap bisa melewati jembatan lama yang masih aman dilalui,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa meski ada antrean, lalu lintas tetap terkendali dan tidak terjadi penumpukan kendaraan yang signifikan. Namun, pengendara tetap diminta berhati-hati karena masih ada sisa material longsor di beberapa titik.

“Peningkatan volume kendaraan memang ada, tapi masih dalam batas wajar. Jalan dari Bagbagan-Kiara Dua ke Jampang masih bisa dilalui kendaraan kecil dan besar, kecuali untuk truk besar yang tidak bisa melintas ke arah Palabuhanratu,” ungkap Erwan.

Sebagai penutup, ia mengimbau para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dan tetap waspada.

“Kami mengimbau pengendara untuk bersabar dan berhati-hati karena sisa material longsor masih berserakan di jalan, yang bisa menyebabkan licin dan berbahaya,” pungkasnya. (Edo)

Redaktur : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page