Sumur Bor Sedalam 65 Meter Dibangun di Simpenan Sukabumi, Jawab Keluhan Warga Sulit Air

Sukabuminow.com || Kesulitan mendapatkan air bersih selama ini menjadi persoalan yang dihadapi warga Kampung Simpenan, RW 12, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Kini, harapan baru mulai hadir melalui pembangunan sumur bor dalam Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun 2026.

Pembangunan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi dengan sumber anggaran dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026.

Mandor pembangunan sarana air bersih (SAB) Tahun 2026 di lokasi tersebut, Ace Ruswandi, mengatakan pekerjaan sumur bor dilakukan untuk menjawab kebutuhan air masyarakat di wilayah yang selama ini dikenal sulit mendapatkan sumber air.

“Lokasi ini memang termasuk daerah yang cukup sulit air. Kedalaman sumur juga cukup dalam, sehingga saat pengerjaan kami harus menyesuaikan kondisi sumber air di lapangan,” ujar Ace, Rabu (9/9/26).

Dalam perencanaan awal, kedalaman pengeboran sumur tercantum sepanjang 60 meter. Namun, debit air yang ditemukan pada kedalaman tersebut dinilai masih kecil.

Pengeboran kemudian ditambah lima meter sehingga total kedalaman sumur mencapai 65 meter. Penyesuaian tersebut dilakukan agar sumber air yang diperoleh dapat memberikan hasil lebih baik.

“Di RAB kedalaman awalnya 60 meter. Namun, karena air yang ditemukan masih kecil, kemudian ditambah lima meter menjadi 65 meter. Setelah itu kondisi airnya bagus,” kata Ace.

Selain pembangunan sumur bor, fasilitas yang disiapkan mencakup toren berkapasitas 1.050 liter, pompa air berkekuatan 1 PK, serta dukungan daya listrik sebesar 1.200 watt.

Fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat mendukung penyediaan air bagi masyarakat di sekitar Kampung Simpenan.

“Pekerjaan pembangunan sumur bor saat ini telah selesai, namun belum diserahterimakan kepada masyarakat,” kata Ace.

Beti Hibahkan Lahan untuk Sarana Air Bersih Warga

Di balik pembangunan sarana air bersih tersebut, terdapat cerita warga yang ikut mendukung penyediaan akses air bagi lingkungan sekitarnya.

Beti (58 th), warga Kampung Simpenan, menghibahkan sebagian lahannya untuk lokasi pembangunan sarana air bersih tersebut.

Lahan yang dihibahkan memiliki ukuran sekitar 3 meter x 2,5 meter. Menurut Beti, keputusan itu diambil karena dirinya memahami betul kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.

“Di sini memang susah air. Kalau ada pembangunan seperti ini, tentu saya senang karena nantinya bisa membantu warga. Tempat ini saya hibahkan untuk pembangunan sarana air bersih,” ujar Beti.

Ia berharap pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama warga yang selama ini harus menghadapi keterbatasan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi Beti, lahan kecil yang dihibahkan tersebut menjadi bentuk partisipasi sederhana agar warga di lingkungannya memiliki harapan terhadap akses air yang lebih baik.

Dikerjakan dengan Dana APBD 2026

Pembangunan sumur bor Program SPAM 2026 di Kampung Simpenan dikerjakan oleh CV Aura Bangun Persada.

Pekerjaan tersebut tercatat dalam Nomor SPK 0003.3.2/A61/SPK/BID.AMS/DPKP/VII/2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp97.463.000.

Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 60 hari kalender dengan sumber pendanaan dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026.

Ace mengatakan kondisi air di lokasi saat ini dinilai cukup baik setelah kedalaman pengeboran ditambah. Meski demikian, fasilitas tersebut masih belum diserahterimakan kepada masyarakat karena pekerjaan belum seluruhnya selesai.

“Kondisi airnya sekarang bagus. Namun, untuk pemanfaatannya oleh masyarakat masih menunggu pekerjaan selesai dan proses serah terima,” pungkas Ace.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru