Sukabuminow.com || Penanganan dan pencegahan gangguan pertumbuhan pada anak atau stunting, masih menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Berbagai inovasi telah diluncurkan untuk memastikan zero new stunting tercapai tahun depan.
Inovasi-inovasi itu dipaparkan Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri, dalam penilaian kinerja stunting tingkat Provinsi Jabar secara virtual di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Selasa (5/7/22).
“Kami punya Gesit Sabumi (gerakan sanitasi total sa-Sukabumi), dokter masuk kampung, beras Inpari nutri zinc, Suspensi (suami-suami pendukung ASI), Kuota Segiga (ku obati stunting dengan surveilans dan sekolah gizi keluarga), dan rumah tema dalam rangka pengembangan anak usia dini,” tutur Iyos kepada tim penilai.
Ia mengatakan, Pemkab Sukabumi juga membuat sejumlah peraturan untuk menangani stunting. Di antaranya Peraturan Bupati No. 92 Tahun 2018 Tentang Rencana Aksi Daerah Penanganan dan Penanggulangan Stunting, dan Keputusan Bupati Sukabumi Nomor: 440/Kep.822-Dinkes/2019 Tentang Pembentukan Tim Koordinasi Penurunan Stunting.
“Dalam perjalanannya kami melibatkan unsur pentahelix. Sebab penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan Pemda saja. Semua pihak terlibat dalam menangani dan mengurangi angka stunting di Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.
“Angka stunting Kabupaten Sukabumi saat ini 24,2 persen. Sementara Provinsi Jawa Barat di angka 24,5 persen. Kita jauh lebih baik dari provinsi,” pungkasnya. (Ridwan HMS)
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
