Kota SukabumiKriminal dan Hukum

Kasus Sodomi Anak Kembali Terjadi, Arist Merdeka Sirait : Ada Apa di Sukabumi?

Reporter : Edo

Sukabuminow.com || Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, mengaku heran dengan maraknya kasus sodomi di Sukabumi Raya. Hal itu diutarakan Arist saat berkunjung ke Mapolresta Sukabumi, Jumat (31/7/20).

Setelah sebelumnya, kasus sodomi terjadi di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, dengan pelaku berinisial FCR (23 th) dan korban mencapai lebih dari 30 bocah laki-laki yang terungkap pada Juni lalu, kasus serupa kembali muncul. Kali ini di Kecamatan Cisaat. Pelaku seorang pria paruh baya berinisial T (70 th). Adapun korbannya sebanyak tujuh anak. Kasus tersebut terungkap pada 27 Juli lalu.

“Jujur, kami heran dengan kejadian ini. Komnas Perlindungan Anak tengah melakukan koordinasi dengan Polresta Sukabumi, untuk bersama-sama menyamakan persepsi terhadap tindakan pidana kejahatan seksual yang dilakukan terhadap anak-anak ini,” tutur Arist usai kunjungannya, Jumat (31/7/20).

Arist menegaskan, Komnas Perlindungan Anak bersama dengan Polresta Sukabumi, memiliki visi dan misi sama yakni tidak mentolerir terhadap segala bentuk kejahatan seksual terhadap anak.

“Kasus-kasus kejahatan seksual terus-menerus terjadi, baik yang dilakukan orang perorang maupun secara bergerombol. Satu pertanyaan mendasar, ada apa di Sukabumi?, apa yang telah dikerjakan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak,” beber Arist.

Kasus sodomi di Cisaat terungkap setelah salah seorang korban berinisial S (9 th), mengeluh sakit di bagian dada. Ketika ditanya oleh orang tuanya, korban mengaku dibawa masuk ke rumah kontrakan pelaku lalu mendapat perlakuan pelecehan seksual, kemudian diberi uang Rp 5 ribu dan makanan. Setelah dilakukan pengembangan oleh Polresta Sukabumi, ternyata ada enam anak lainnya yang mengalami hal serupa oleh pelaku.

“Pelaku masih dicari hingga saat ini. Kami yakin, secepatnya akan segera ditangkap,” ujarnya.

“Sesuai dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perppu Nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 khususnya pasal 81 dan 82, terduga pelaku T diancam dengan pidana minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun,” pungkasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Related Articles

Close
Close