Sukabuminow.com || Perayaan Seren Taun ke-657 di Kasepuhan Gelar Alam, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/10/25), menjadi momentum penting bagi pelestarian budaya sekaligus penguatan kesadaran bencana. Ribuan warga hadir mengikuti prosesi Ngadiukeun Pare atau menaikkan padi ke Leuit Si Jimat, simbol syukur atas hasil panen.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, yang turut hadir, menyebut masyarakat adat memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus menjadi teladan ketangguhan bencana.
“Tradisi Seren Taun bukan hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mencerminkan kearifan masyarakat adat dalam menjaga alam. Nilai-nilai ini sejalan dengan upaya mitigasi bencana yang berbasis kearifan lokal,” ujar Deden.
Menurutnya, kampung adat seperti Kasepuhan Gelar Alam menunjukkan bahwa kehidupan harmonis dengan alam dapat menciptakan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi potensi bencana. Prinsip gotong royong, penghormatan terhadap siklus alam, serta pengelolaan sumber daya secara bijak menjadi bagian dari ketahanan masyarakat.
“Warga kasepuhan memahami alam dan hidup dengan nilai kebersamaan yang tinggi. Ini selaras dengan semangat penanggulangan bencana yang kami jalankan di BPBD,” tambahnya.
Deden mengajak seluruh kampung adat di Kabupaten Sukabumi untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi bencana, mulai dari sistem peringatan dini hingga pelatihan kesiapsiagaan masyarakat.
“Kami berharap kampung adat dapat menjadi pelopor desa tangguh bencana. Sinergi antara kearifan lokal dan teknologi mitigasi modern akan menciptakan masyarakat yang lebih siap dan sigap,” tegasnya.
BPBD Sukabumi berkomitmen memberikan pendampingan dan pelatihan bagi masyarakat adat agar budaya dan kesiapsiagaan bencana dapat berjalan seiring. Deden menilai, kedua hal itu berakar pada semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan.
“Seren Taun adalah refleksi hubungan manusia dan alam. Dari semangat ini, mari kita jaga bumi, lestarikan budaya, dan wujudkan Sukabumi yang tangguh bencana,” tutupnya.
Perayaan Seren Taun 2025 menjadi lebih dari sekadar tradisi syukur panen. Ia kini berkembang menjadi ruang edukasi budaya dan lingkungan, sekaligus inspirasi dalam membangun Sukabumi yang tangguh, lestari, dan berdaya berbasis kearifan lokal.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
