Reporter : Bimbim
Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi dipilih sebagai pilot project Program Closed Loops cabai. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, di Gedung Negara Pendopo Sukabumi usai pertemuan secara virtual, Senin (8/2/21).
“Program ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia sejak November 2020 lalu. Kita sudah melakukan audiensi dan assesmen ke kelompok tani cabai. Sampai ditetapkan sebagai pilot project,” terang Marwan.
Program Closed Loops, kata Marwan, merupakan jembatan antara petani dan pasar. Sehingga, suplai lebih maksimal dan produk serta harga lebih stabil.
“Closed Loops ini menyinergikan rantai nilai pertanian. Mulai dari hulu hingga hilir. Tujuannya jelas untuk untuk menciptakan efisiensi yang berdaya saing dan berkeadilan. Nantinya akan menstimulasi peningkatan hasil yang melimpah, dalam hal ini cabai tentunya,” bebernya.
Di tempat sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 1,5 hektare untuk program tersebut.
“Untuk lokasi lahannya, In Syaa Allah nanti di Desa Langensari dan Selaawi, Kecamatan Sukaraja. Sejauh ini baru ada enam petani yang ikut terlibat,” bebernya.
Program closed loops, lanjut Ajat, merupakan bahasa sederhana dari pertanian yang maju. Sebab dari mulai proses penanaman hingga pemasaran telah terjamin prosesnya.
“Petani sudah memiliki jaminan pasar untuk hasil pertaniannya, dalam hal ini cabai. Mereka tinggal fokus saja pada pengembangan cabai yang dikelolanya,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Sukabuminow.com, Program Closed Loops melibatkan 14 institusi yang juga ikut menandatangani MoU tersebut. Garis besar poin dalam MoU mencakup penyediaan bibit, pupuk, pendampingan, dan lainnya. Sehingga tiba pada kesimpulan, bahwa program tersebut menjamin para petani cabai dari mulai proses produksi hingga pemasaran.
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
