Sukabuminow.com || Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami penurunan jumlah pelajar baru di tahun ajaran baru. Hal itu diungkapkan Ketua MKKS SMK Kabupaten Sukabumi sekaligus Kepala SMK Jami’yatul Aulad, Andriana.
“Untuk tahun ini, sebagian besar sekolah swasta banyak yang turun secara drastis jumlah siswa dari tahun sebelumnya. Pasalnya, minat melanjutkan ke sekolah negeri setingkat SMA terus meningkat,” tutur Andri saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/7/24).
Andri mengatakan, hampir sebagian besar SMK mengalami penurunan pelajar baru secara drastis. “Di Kabupaten Sukabumi sendiri ada 167 SMK, yang terdiri dari 11 negeri dan 156 swasta. Untuk angka penurunan secara pasti kita belum bisa memastikan. Hanya saja hampir di sebagian besar wilayah mengalami penurunan secara drastis untuk sekolah swasta,” jelasnya.
“Bahkan jika melihat pada tahun-tahun sebelumnya, perpindahan anak setelah kegiatan MPLS sangat kecil persentasenya. Mungkin masih bisa dihitung jari. Sehingga memang dari kegiatan MPLS ini bisa kita ketahui jumlah siswa per sekolah,” sambungnya.
Andri berharap, ke depan pemerintah juga memperhatikan sekolah-sekolah swasta sehingga bisa terjadi pemerataan. Pasalnya, masih ada beberapa sekolah negeri menerima siswa melebihi rombongan belajar yang ada di sekolah tersebut.
“Kami berharap pemerintah melalui Disdik Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian lebih untuk sekolah swasta. Kami membutuhkan perhatian lebih baik dari segi fisik bangunan maupun bantuan lainnya,” urainya.
“Kami pun MKKS bukan hanya menyikapi masalah kekurangan pelajar, tapi terkait kenakalan remaja yang sudah menjadi konsen dari sekolah sebagaimana instruksi dari Disdik maupun Kemendikburistek. Salah satunya dengan deklarasi anti kekerasan termasuk bullying dan sejenisnya. Selain itu, dalam setiap pertemuan juga kita mengimbau untuk saling memantau ketika ada pergerakan siswa terlebih ke wilayah lain,” pungkasnya. (Edo)
Editor : Andra Permana
