Bupati Sukabumi Resmikan Jembatan Leuwi Reuming, Mobilitas Warga Kalibunder Meningkat Drastis
Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali memperkuat konektivitas wilayah melalui pembangunan infrastruktur strategis. Bupati Sukabumi, Asep Japar, meresmikan Jembatan Gantung Leuwi Reuming di Desa Sukaluyu, Kecamatan Kalibunder, Senin (26/1/26), sebagai akses vital penghubung antar desa yang sempat terputus akibat bencana.
Jembatan gantung dengan panjang sekitar 70 meter ini dibangun menggunakan APBD Kabupaten Sukabumi dan diselesaikan dalam waktu 120 hari kerja. Keberadaan jembatan ini menjadi solusi permanen atas keterisolasian warga, khususnya masyarakat Desa Sirnamekar dan Desa Sukaluyu yang sebelumnya harus menempuh jalur memutar hingga puluhan kilometer.
Dalam sambutannya, Asjap menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya penghubung wilayah, tetapi penghubung harapan masyarakat. Saya mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pangkas Jarak, Percepat Ekonomi
Sebelum jembatan kembali dibangun, warga Kalibunder harus menempuh perjalanan hingga 20 kilometer untuk menjangkau wilayah seberang. Kini, waktu tempuh tersebut terpangkas drastis menjadi sekitar lima menit.
Asjap menyebut, efisiensi jarak dan waktu ini berdampak langsung terhadap sektor perekonomian, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, serta layanan sosial masyarakat.
“Mudah-mudahan jembatan ini benar-benar menjadi pengungkit ekonomi warga. Mobilitas lancar, distribusi hasil tani cepat, dan aktivitas masyarakat semakin produktif,” tambahnya.
Bangkit Pascabencana
Camat Kalibunder, Sri Resmiati, menjelaskan bahwa Jembatan Leuwi Reuming sebelumnya dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2020, namun putus akibat banjir bandang Desember 2024.
Menurutnya, pembangunan kembali jembatan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimcam, dan aspirasi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan jajaran Pemkab Sukabumi yang telah merespons cepat kebutuhan warga pascabencana. Jembatan ini sangat vital bagi kehidupan masyarakat Kalibunder,” ujarnya.
Dampak Nyata Bagi Petani
Tokoh masyarakat setempat, Latif Soleh, mengungkapkan bahwa keberadaan jembatan tersebut membawa perubahan signifikan, khususnya bagi para petani.
“Dulu kami kesulitan menjual hasil panen karena akses jauh dan biaya tinggi. Sekarang cukup lima menit, harga hasil pertanian pun kembali normal,” katanya.
Ia menilai, pembangunan Jembatan Leuwi Reuming menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa.
“Ini bukan hanya soal jembatan, tapi soal masa depan ekonomi kami,” pungkasnya.
Dengan diresmikannya Jembatan Gantung Leuwi Reuming, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam membangun infrastruktur berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Jembatan ini kini menjadi simbol kebangkitan Kalibunder pascabencana sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi desa.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana




