Dinas Pertanian Sukabumi Mulai Tanam Padi dengan PM-AAS, Produktivitas Ditargetkan Meningkat

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus mempercepat transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi budidaya modern. Salah satu langkah nyatanya dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dengan menggelar Gerakan Tanam Padi menggunakan metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di lahan seluas satu hektare milik Kelompok Tani Mulya Tani 1, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan produktivitas padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah yang sejalan dengan target swasembada pangan nasional. Melalui pendekatan budidaya modern, efisiensi penggunaan air, pupuk, hingga biaya produksi diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan penerapan PM-AAS bukan sekadar perubahan pola tanam, tetapi merupakan upaya membangun sistem pertanian yang lebih modern, adaptif, dan berkelanjutan.

“PM-AAS menjadi salah satu inovasi yang kami dorong agar petani mampu meningkatkan produktivitas dengan penggunaan sarana produksi yang lebih efisien. Harapannya, kesejahteraan petani ikut meningkat sekaligus memperkuat kontribusi Kabupaten Sukabumi terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Aep, Selasa (14/7/26).

Pada kegiatan tersebut digunakan benih padi sebanyak 70 kilogram per hektare dengan penerapan paket teknologi PM-AAS secara terpadu.

Teknologi yang diterapkan meliputi sistem tanam benih langsung (Tabela), sistem tanam rapat, pengaturan tata air menggunakan metode Alternate Wetting and Drying (AWD), serta pola tanam Jajar Legowo (Jarwo) 4:1 dan 6:1.

Selain itu, digunakan pula Varietas Unggul Baru (VUB) yang didukung pemupukan berimbang, yakni 400 kilogram pupuk NPK, 300 kilogram urea, dan 1 hingga 2 ton pupuk organik per hektare.

“Agar pertumbuhan tanaman lebih optimal, lahan juga diberikan herbisida pra-tumbuh untuk menekan gulma sejak fase awal. Ketahanan tanaman terhadap cekaman lingkungan dan serangan organisme pengganggu tanaman turut ditingkatkan melalui aplikasi silika,” ujarnya.

Menurut Aep, penerapan teknologi secara terpadu menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan sumber daya air, hingga meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

“Transformasi pertanian harus terus dilakukan. Teknologi modern perlu diterapkan agar sektor pertanian semakin tangguh menghadapi perubahan iklim sekaligus mampu menjaga stabilitas produksi pangan di masa mendatang,” katanya.

Secara strategis, implementasi PM-AAS dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong regenerasi pertanian sekaligus memperkenalkan praktik budidaya yang lebih efisien kepada petani. Pendekatan ini juga diharapkan mampu menekan biaya usaha tani tanpa mengurangi hasil panen.

“Jika penerapan teknologi tersebut terus diperluas di berbagai sentra produksi padi, Kabupaten Sukabumi berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan di Jawa Barat,” katanya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru