Kabupaten SukabumiKriminal dan Hukum

Janji Hand Traktor Tak Kunjung Terealisasi, Mantan Kades di Sukabumi Dipolisikan Warga

Sukabuminow.com || Mantan Kepala Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berinisial AAH, dilaporkan ke Satreskrim Polres Sukabumi oleh kelompok tani setempat. Para Poktan mengaku dijanjikan hand traktor namun tak kunjung terealisasi.

Pengawal Poktan Desa Mandrajaya, Sadin mengatakan, awalnya pada tahun 2018 kepala desa memanggil Poktan di Mandrajaya terkait adanya bantuan hand traktor.

“Ktanya ada bantuan hand traktor sebanyak 16 unit. Tapi sesudah hasil musyawarah waktu 2018, berbicaranya kepala desa harus ada uang per unit 10 juta. Harus DP 5 juta, ketika sudah datang traktor dilunasin 5 juta,” terang Sadin saat ditemui di Satreskrim Polres Sukabumi, Rabu (11/10/23).

Sadin menjelaskan, persoalan tersebut bpernah diselesaikan pada tahun 2019. Namun sampai saat ini belum ada kepastian. Sehingga dirinya bersama yang lain merasa tertipu.

“Dari 2018 hingga saat ini tidak ada kejelasan, saya bersama yang lain merasa ketipu oleh kepala desa yang sudah berhenti sekarang,” ujaro.

Ia menjelaskan, ada sekitar 26 Poktan yang dipanggil pada 2018. Namun hanya 12 Poktan yang memiliki uang termasuk telah membayar DP. Sadin mengaku telah berulang kali menanyakan hal itu, namun tidak pernah mendapatkan kejelasan.

“Saya naik ke sini untuk melaporkan kejadian yang saya alami bersama yang lain. Sudah berkali-kali komunikasi sampai sekarang tidak terbukti. Jawaban mantan kepala desa dari dulu cuma bilang saya usahakan. Tapi kan waktu dulu dia berbicara traktor sudah ada, tapi ko mengapa sampai sekarang nihil,” tandasnya.

Selain kasus hand traktor, mantan Kades Mandrajaya, AAH, juga dilaporkan sekitar 30 warga yang merasa tertipu dengan program PTSL. Laporan ke Satreskrim dibuat bersamaan. (Edo)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button