Jalur Wisata ke Palangpang Sukabumi Sudah Aman, Tapi Google Maps Masih Salah Arahkan Rute

Sukabuminow.com || Akses menuju destinasi unggulan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) khususnya Pantai Palangpang, terkendala akibat informasi yang keliru dari aplikasi google maps. Alih-alih mengarahkan lewat jalur utama Simpenan yang sudah kembali normal, aplikasi tersebut justru menyarankan rute memutar sejauh 5 jam melalui Warungkiara.

Padahal, jalur utama via Simpenan kini sudah bisa dilalui kendaraan dengan aman. Jembatan alternatif Cidadap Bojongkopo yang sempat terdampak banjir bandang pada April lalu, kini telah dibuka dan difungsikan secara normal, meski dengan sistem buka tutup oleh petugas dan warga.

“Jembatan (alternatif) Bojongkopo aman untuk dilewati. Kami bersama masyarakat terus mengatur lalu lintas agar tetap lancar dan aman,” terang Dandi Sulaeman, Petugas Pengendali Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Sabtu (3/5/25).

Namun, fakta di lapangan tidak tersampaikan ke sistem digital. Google maps masih menandai jalur Simpenan sebagai tertutup, membuat pengguna diarahkan ke rute panjang: Warungkiara – Cimanggu – Bojonglopang – Cibogo—dengan estimasi waktu hingga 5 jam 10 menit. Hal ini tak hanya membingungkan warga, tapi juga berpotensi merugikan wisatawan dan pelaku usaha pariwisata di kawasan CPUGGp.

“Saya sempat ragu berangkat karena google maps nunjukin jalan ditutup. Tapi teman saya yang tinggal dekat situ bilang jalannya udah bisa dilewati,” ungkap Neng Isna (25 th), wisatawan asal Depok pada Minggu (4/5/25) pagi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, berharap pihak google segera melakukan pembaruan data agar tidak merugikan pengunjung maupun masyarakat lokal.

“Ini menyangkut citra destinasi. Jalur Simpenan sudah kembali normal sejak lebih dari seminggu lalu. Kami sangat berharap google maps segera memperbaiki informasi ini agar wisatawan tidak tersesat dan pariwisata tetap bergairah,” ujar Sendi.

CPUGGp sebagai kawasan wisata unggulan dunia membutuhkan dukungan teknologi yang akurat dan responsif. Pembaruan data peta digital menjadi langkah strategis agar pengalaman wisata tetap nyaman dan efisien.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru