Sukabuminow.com || Pembangunan puluhan hunian sementara (Huntara) bagi penyintas bencana di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, resmi dimulai. Prosesi peletakan batu pertama berlangsung pada Selasa (14/1/25) di Kampung Simpang, Desa Bantarsari, dengan total 21 unit Huntara dan satu musala yang akan dibangun.
Kapolsek Lengkong, AKP Bayu Sunarti, yang turut meninjau proses pembangunan bersama Forkopimcam, menjelaskan bahwa proyek ini dilakukan oleh relawan Gen Tangguh dan Yayasan Markas Bersama As-Sunah (MBA).
“Hari ini kami bersama Forkopimcam, relawan dari Gen Tangguh, dan MBA memulai pembangunan tahap pertama Huntara di Kampung Simpang, Desa Bantarsari. Sebanyak 21 unit Huntara dan satu musala akan segera dibangun untuk penyintas bencana,” tuturnya.
Bencana pergeseran tanah yang terjadi sejak 6 Desember 2024 hingga saat ini telah berdampak pada 53 kepala keluarga (KK) dengan 185 jiwa di Kampung Simpang dan Kampung Babakan, Desa Bantarsari. Hingga kini, pihak Kecamatan Pabuaran dan Pemerintah Desa Bantarsari masih menunggu hasil penelitian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memastikan kelayakan tanah sebelum warga dapat kembali ke rumah atau dipindahkan ke lokasi relokasi baru.
“Pengungsi masih tersebar di beberapa desa di Kecamatan Pabuaran, termasuk Desa Bantarsari, Desa Sirnasari, Desa Ciwalat, Desa Lembursawah, dan Desa Sukajaya. Kekhawatiran masyarakat terhadap pergerakan tanah susulan menjadi alasan utama mereka memilih bertahan di pengungsian,” jelas Bayu.
Proyek pembangunan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memulihkan kehidupan warga yang terdampak bencana di wilayah tersebut. (Edo)
Editor : Andra Permana
