Hilang Secara Misterius, Dua Warga Sukabumi Kembali dengan Cerita Aneh dan Menegangkan
Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi kembali diwarnai peristiwa yang mengundang tanda tanya. Dua warga dari dua kecamatan berbeda yang sebelumnya dinyatakan hilang, kini telah ditemukan dalam keadaan hidup. Namun, kisah yang mereka bawa pulang justru menambah misteri dari peristiwa tersebut.
Rina: Terseret Ombak, Terdampar di Cilacap?
Rina (34 th), warga Kampung Kalapa Condong, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, dilaporkan hilang sejak Kamis, 10 April 2025 malam. Hari itu, sekitar pukul 20.00 WIB, ia pergi seorang diri ke pesisir pantai Kalapa Condong untuk mencari mata lembu, sejenis kerang laut yang biasa digunakan sebagai bahan kerajinan.
Namun, malam itu berubah menjadi awal dari kisah yang dramatis. Menurut pengakuan Rina, ia tiba-tiba dihantam ombak besar dan terseret ke tengah laut. Dalam kondisi panik dan terluka akibat hantaman karang, ia menemukan serpihan fiber yang mengapung dan menjadikannya pelampung penyelamat.
“Saya berpegangan pada fiber itu. Ombak terus membawa saya ke tengah. Kaki saya berdarah kena karang. Saya tidak tahu berapa lama saya di laut sampai akhirnya ada nelayan yang menolong,” tutur Rina saat dimintai keterangan oleh aparat dan tokoh masyarakat setempatsetempat, Rabu (30/4/25).
Yang mengejutkan, Rina mengaku sadar sudah berada di sebuah rumah nelayan di Cilacap, Jawa Tengah. Setelah beberapa hari tinggal di sana, ia kemudian ‘diantar’ ke Subang, lalu akhirnya kembali ke kampung halamannya di Sukabumi.
Namun, keterangannya menimbulkan pertanyaan. Dalam pertemuan dengan Bhabinkamtibmas Bripka Yusup, Kepala Desa Cikangkung Saepudin, dan Ketua Rukun Nelayan Asep Jeka, Rina sempat menyebut dirinya langsung pulang dari Cilacap. Setelah dikoreksi, ia kemudian menyatakan bahwa ia sebenarnya baru pulang dari Subang.
“Saya sebagai Ketua Rukun Nelayan tentu bahagia dengan kepulangan Teh Rina, tapi mengenai detail ceritanya, biarlah pihak kepolisian yang mendalami,” ujar Asep Jeka.
Iman Zachrias: Jalan di Atas Air dan Hilang Ingatan
Berbeda dengan Rina, kisah Iman Zachrias (51 th), warga Kampung Garduh, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, lebih sarat nuansa mistis.
Iman dilaporkan hilang sejak Sabtu, 26 April 2025 siang. Usai bekerja di sawah, ia mandi dan mencuci pakaian di Sungai Cikaso. Sejak saat itu, keberadaannya tak diketahui.
Pencarian oleh warga, aparat desa, TNI, Polri, dan tim SAR digelar selama tiga hari, namun tak membuahkan hasil. Baru pada Rabu pagi, 30 April 2025, ia ditemukan secara tak terduga oleh Sari (72 th), warga setempat.
“Saya kaget luar biasa. Saya mau buang sabut kelapa ke dapur belakang, eh ada dia (Iman) telungkup di dekat hawu. Matanya melotot, tangan mengarah ke depan,” cerita Sari, Rabu (30/4/25).
Iman kemudian dievakuasi ke dalam rumah dan diperiksa kondisinya. Meski dalam keadaan linglung dan lemas, ia selamat. Kepada warga dan petugas, Iman menceritakan pengalaman yang sulit dipercaya.
“Waktu mandi, saya langsung gak sadar. Dalam pikiran saya seperti ada yang bawa saya jalan di atas air ke arah Cilimus. Dua hari saya merasa dibawa ke tempat yang namanya Pasir Kolecer. Lalu ada suara menyuruh saya pulang,” ungkapnya.
Cerita ini tentu saja menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Ada yang mengaitkan dengan hal mistis, ada pula yang menyarankan pemeriksaan medis dan psikologis lebih lanjut.
Pihak Berwenang: Proses Klarifikasi dan Pendampingan
Kapolsek Ciracap Iptu Taupik Hadian mengonfirmasi kembalinya Rina, meski ia menyatakan belum menerima kronologi lengkap saat pertama kali dikabarkan. Sementara itu, Kapolsek Sagaranten AKP A. Suryana juga membenarkan ditemukannya Iman melalui laporan dari Bhabinkamtibmas Aipda Luky Lukmanulhakim.
Keduanya kini berada di rumah masing-masing, dalam pengawasan dan pendampingan dari keluarga serta perangkat desa. Pihak kepolisian menyatakan akan terus menelusuri kebenaran cerita keduanya untuk memastikan tidak ada unsur lain yang melatarbelakangi hilangnya mereka.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




