Harapan Kanaya: Kisah Pilu Pelajar Cisolok yang Kehilangan Seragam Akibat Banjir

Sukabuminow.com || Suasana haru menyelimuti kunjungan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, ke lokasi bencana banjir bandang di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Rabu (5/11/25). Di tengah puing-puing bangunan SDN Cikahuripan yang rusak diterjang air bah, seorang siswi bernama Kanaya menyampaikan curahan hatinya tentang kerinduan untuk kembali belajar dengan tenang.

Dengan suara pelan, Kanaya bercerita bahwa seluruh seragam dan perlengkapan sekolahnya hilang terseret banjir.

“Seragam sekolah saya semuanya hilang. Sudah tiga hari ini saya sekolah pakai baju bebas,” tuturnya lirih.

Kanaya juga menjelaskan bahwa sementara waktu, kegiatan belajar mengajar dilakukan di madrasah terdekat karena bangunan sekolah rusak berat.

“Sekarang kami belajar di madrasah dulu, karena sekolah rusak,” ujarnya menunduk.

Mendengar cerita itu, Budi Azhar tampak menaruh perhatian besar. Ia datang bersama keluarga besar Partai Golkar untuk meninjau kondisi warga sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.

“Saya menyampaikan duka mendalam atas bencana banjir bandang di Desa Cikahuripan. Semoga masyarakat diberi ketabahan dan kekuatan untuk bangkit,” ucap Budi penuh empati.

Menurutnya, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berkoordinasi agar penanganan bencana dilakukan secara cepat dan tepat sasaran, terutama di sektor pendidikan dan kebutuhan dasar warga.

“Kami mendorong Pemkab Sukabumi agar penanganannya dipercepat. Beberapa dinas sudah kami sampaikan agar segera menindaklanjuti, khususnya terkait sarana pendidikan,” jelasnya.

Budi menegaskan bahwa bantuan pendidikan untuk siswa SDN Cikahuripan segera disalurkan.

“Alhamdulillah, respons dari pemerintah daerah sangat baik. Dalam waktu dekat akan dikirim bantuan mebelair dan kebutuhan sekolah lainnya,” katanya.

Selain perbaikan bangunan, Budi menyoroti pentingnya langkah pencegahan bencana agar kejadian serupa tidak terulang.

“Perlu ada perbaikan tanggul di bagian belakang sekolah. Kalau tanggul diperkuat, air bisa tertahan dan tidak langsung meluap ke permukiman,” tambahnya.

Ia juga memastikan anak-anak seperti Kanaya akan mendapat perhatian khusus.

“Sebagian anak sudah menerima bantuan baju, alat tulis, dan sepatu. Kami akan menyalurkan kembali seragam sekolah serta alat belajar dalam waktu dekat,” ujarnya menutup percakapan.

Kehadiran Ketua DPRD Sukabumi di tengah masyarakat korban banjir tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kehangatan dan harapan baru. Di tengah duka, semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama menjadi kekuatan utama untuk membangun kembali Cisolok.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru