HIPMI Sukabumi di Tangan Politisi Muda, Arah Baru Ekonomi dan Kewirausahaan Dibangun

Sukabuminow.com || Terpilihnya Ferry Supriyadi sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sukabumi periode 2026–2029 secara aklamasi membuka babak baru sinergi antara kekuatan ekonomi dan politik lokal.

Penetapan Ferry melalui Musyawarah Cabang (Muscab) III yang digelar di Saung Geulis, Cisaat, Rabu (8/4/26), tidak hanya mencerminkan soliditas internal organisasi, tetapi juga menandai potensi integrasi strategis antara dunia usaha dan kebijakan publik di tingkat daerah.

Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, Ferry berada pada posisi yang dinilai mampu menjembatani kepentingan pelaku usaha dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Kondisi ini menjadi peluang untuk mempercepat lahirnya regulasi yang berpihak pada pengusaha muda.

Dalam pernyataannya usai menerima bendera pataka organisasi, Ferry menegaskan komitmennya untuk menjadikan HIPMI sebagai kekuatan ekonomi yang terorganisasi dan berdampak nyata.

“Saya siap mengibarkan panji-panji pengusaha muda di seluruh pelosok Kabupaten Sukabumi, sekaligus mendorong peran strategis HIPMI dalam pembangunan ekonomi daerah,” ujar Ketua Komisi IV itu.

Ferry memandang, penguatan ekonomi daerah tidak bisa dilepaskan dari dukungan kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika dunia usaha. Oleh karena itu, sinergi antara HIPMI dan pemangku kebijakan menjadi langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.

Ia menekankan bahwa HIPMI harus bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya fokus pada pengkaderan, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi.

“HIPMI harus hadir sebagai bagian dari solusi, baik dalam menciptakan peluang usaha, membuka lapangan pekerjaan, maupun memberikan masukan terhadap kebijakan ekonomi daerah,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Ferry juga menyoroti pentingnya penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Menurutnya, intervensi kebijakan yang tepat dapat mempercepat pertumbuhan UMKM agar naik kelas dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Selain itu, ia menegaskan komitmen untuk mendorong digitalisasi sebagai instrumen penting dalam memperkuat daya saing pelaku usaha muda. Transformasi digital dinilai menjadi jembatan antara potensi lokal dengan pasar yang lebih luas.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. HIPMI harus mampu memfasilitasi anggotanya agar siap menghadapi perubahan dan memanfaatkan peluang ekonomi digital,” ungkapnya.

Terpilihnya Ferry secara aklamasi juga mencerminkan minimnya fragmentasi politik di internal organisasi, sehingga membuka ruang konsolidasi yang lebih cepat dalam menjalankan program kerja ke depan.

Dengan latar belakang politik dan jejaring kelembagaan yang dimilikinya, Ferry diharapkan mampu memperkuat posisi HIPMI sebagai aktor penting dalam ekosistem pembangunan daerah.

Ke depan, kepemimpinannya akan diuji pada sejauh mana mampu mengintegrasikan kepentingan ekonomi dan kebijakan publik secara seimbang, tanpa mengesampingkan independensi organisasi.

Jika sinergi ini berjalan efektif, HIPMI Kabupaten Sukabumi berpotensi menjadi model kolaborasi antara pengusaha muda dan kekuatan politik lokal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga berkontribusi pada agenda pembangunan nasional.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru