Fakta vs Media Sosial: Kondisi Sebenarnya Jembatan Alternatif Cidadap Sukabumi

Sukabuminow.com || Sebuah kabar yang ramai beredar di media sosial menyebutkan bahwa jembatan alternatif di dekat Jembatan Cidadap, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, sudah bisa dilalui oleh kendaraan. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.

Pantauan langsung di lokasi pada Kamis (27/3/25), dua alat berat masih bekerja meratakan badan jalan tanah yang menjadi akses utama menuju jembatan alternatif tersebut. Jalan masih dalam tahap pengerasan, dengan pipa saluran dan material bangunan lain yang menandakan pengerjaan belum sepenuhnya rampung.

Sejumlah pekerja tampak sibuk mengawasi proses pembangunan di bawah rindangnya pohon besar. Sebuah spanduk peringatan dari kepolisian juga telah dipasang, bertuliskan: “Hati-hati, Jalan Amblas & Rawan Longsor.” Hal ini menegaskan bahwa jalur tersebut masih belum sepenuhnya aman untuk dilalui.

Pemudik Kecewa, Antrean di Jembatan Utama Tak Terhindarkan

Sofian, seorang pemudik yang melintas di jalur tersebut, mengaku sempat mengandalkan informasi dari media sosial sebelum akhirnya menemukan kenyataan di lapangan.

“Jalur masih berupa tanah dan belum dilapisi aspal, pengerjaan masih aktif dan alat berat masih beroperasi. Sementara di media sosial kabarnya sudah bisa dilintasi, ternyata belum. Akhirnya ya antre lewat jembatan utama,” ujarnya.

BBPJN: Pengerjaan Dikebut, Target Rampung dalam Dua Hari

Menanggapi kondisi ini, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat, Sjofva Rosliansjah, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan alternatif memang tengah dikebut menjelang arus mudik Lebaran. Ia menargetkan jalur ini bisa dilintasi dalam waktu dua hari ke depan.

“Informasi yang beredar di media sosial bahwa jembatan alternatif sudah bisa dilalui itu tidak sepenuhnya salah, hanya saja masih perlu peningkatan dari sisi keamanannya,” katanya.

Menurutnya, secara fisik jalur alternatif memang sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dan sebagian mobil. Namun, untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, perbaikan tambahan masih diperlukan.

“Keselamatan tetap jadi prioritas. Kita tidak perlu terburu-buru, yang penting masyarakat merasa aman dan nyaman saat melintas,” lanjutnya.

Arus Lalu Lintas Mulai Terkendali, Perbaikan Jembatan Utama Setelah Lebaran

Sjofva juga memastikan bahwa arus lalu lintas di sekitar lokasi mulai terkendali. Posko mudik telah disiapkan di berbagai titik strategis di Jawa Barat, termasuk di sekitar jembatan amblas tersebut.

Untuk sementara, kendaraan roda empat akan dialihkan melalui jalur alternatif yang akan segera rampung, sementara kendaraan roda dua tetap bisa menggunakan jalur yang ada saat ini.

Sementara itu, untuk perbaikan jembatan utama yang amblas, pengerjaan menyeluruh baru akan dimulai setelah Lebaran, tepatnya H+10 arus balik. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan.

“Kalau cuaca mendukung, maksimal empat bulan bisa selesai. Mohon doanya,” tutupnya. (Edo)

Redaktur : Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru