Sukabuminow.com || Pembangunan RS Bumi Jayanti Palabuhanratu resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama di Cangehgar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (20/9/26). Kehadiran rumah sakit swasta ini diharapkan memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sukabumi, khususnya wilayah selatan.
Rumah sakit tersebut direncanakan memiliki 101 kamar dengan sejumlah fasilitas pelayanan, termasuk ICU, NICU, ruang isolasi, ruang BPJS, hingga ruang VVIP.
Owner RS Bumi Jayanti, Darnely Guril, mengatakan pembangunan rumah sakit tidak semata-mata diarahkan sebagai kegiatan bisnis. Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kesuksesan itu ukurannya tidak selamanya uang. Rumah sakit ini bukan hanya melayani orang sakit, tetapi juga harus punya program edukasi, penyuluhan, dan pelatihan kepada masyarakat,” kata Bu Guril, sapaan karibnya.
Ia mencontohkan edukasi kesehatan sebagai bagian dari upaya preventif. Program tersebut diharapkan dapat membantu menekan risiko kematian ibu saat melahirkan serta mendukung upaya penurunan angka stunting dalam jangka panjang.
Bu Guril juga menyatakan pihaknya ingin pelayanan rumah sakit dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, kerja sama dengan BPJS Kesehatan menjadi salah satu target yang ingin segera diwujudkan.
“Kalau ditanya kapan, saya mau secepatnya ada BPJS-nya,” ujarnya.
Diharapkan Kurangi Beban Rujukan
Anggota Komisi VII DPR RI, Iman Adinugraha, menyebut pembangunan RS Bumi Jayanti menjadi contoh keterlibatan swasta dalam memperkuat fasilitas pelayanan publik.
Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Investasi swasta juga dibutuhkan untuk mempercepat pemerataan infrastruktur pelayanan masyarakat.
“Pembangunan ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat. Keterlibatan pihak swasta sangat diperlukan untuk membangun fasilitas pelayanan publik,” kata Politisi Partai Demokrat itu.
Ia menilai kehadiran rumah sakit baru juga berpotensi membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR diharapkan dapat memberikan manfaat tambahan bagi warga sekitar.
Iman juga mengatakan keberadaan rumah sakit swasta dapat menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui persaingan yang sehat.
“Kalau mereka berkompetisi, tentu yang diuntungkan adalah masyarakat kita. Masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang semakin baik dari rumah sakit di sekitarnya,” ujarnya.
Pemkab Soroti Kompetensi Layanan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, mengatakan pembangunan RS Bumi Jayanti perlu dilihat dari perspektif peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan baru dapat menambah kapasitas tempat tidur di Kabupaten Sukabumi yang masih membutuhkan penguatan.
“Yang kami prioritaskan adalah masyarakat. Dengan adanya kompetitor fasilitas kesehatan rujukan, yang diuntungkan adalah masyarakat,” kata Masykur.
Ia menjelaskan sistem pelayanan kesehatan ke depan tidak hanya berorientasi pada klasifikasi rumah sakit, tetapi juga kompetensi layanan yang dimiliki.
“Rumah sakit dengan kompetensi tertentu dapat menjadi rujukan bagi fasilitas kesehatan lain apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan,” jelasnya.
Masykur menambahkan pembangunan dan operasional rumah sakit merupakan tahapan berbeda. “Sejumlah aspek terkait pembangunan telah dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait, sedangkan perizinan operasional akan menjadi tahapan berikutnya sesuai ketentuan,” ungkapnya.
Bangunan Disiapkan Hadapi Risiko Gempa
Perwakilan kontraktor pelaksana, Mustofa Kamal Aziz, mengatakan konstruksi RS Bumi Jayanti dirancang mengikuti ketentuan Kementerian Kesehatan dan standar yang berlaku.
Struktur bangunan juga disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi Palabuhanratu yang memiliki risiko bencana, termasuk gempa.
“Struktur yang digunakan memakai pondasi bore pile dan mengikuti standar SNI. Mengingat Palabuhanratu merupakan kawasan yang rawan bencana dan gempa, struktur bangunan diperkuat untuk menghadapi kondisi tersebut,” jelas Mustofa.
Rumah sakit tersebut dirancang memiliki empat lantai dalam satu bangunan. Bentuk fasadnya akan mengadopsi karakter kapal dan ombak sebagai bagian dari identitas kawasan pesisir Palabuhanratu.
“Pengelolaan lingkungan juga menjadi bagian dari pembangunan kami. Limbah medis dan limbah cair rumah sakit akan ditangani melalui fasilitas pengolahan yang disiapkan sesuai ketentuan,” katanya.
“Pengelolaan limbah akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah agar aktivitas rumah sakit tidak mengganggu lingkungan sekitar,” imbuhnya.
Target Beroperasi 17 Agustus 2027
Pembangunan RS Bumi Jayanti ditargetkan rampung pada 17 Agustus 2027. Target tersebut sekaligus diarahkan menjadi momentum pembukaan layanan rumah sakit.
Selain fasilitas kesehatan, penyerapan tenaga kerja lokal juga menjadi perhatian dalam pembangunan rumah sakit.
Bu Guril mengatakan masyarakat sekitar akan diprioritaskan sepanjang memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan. Tenaga ahli dari luar daerah tetap dapat digunakan apabila keterampilan yang dibutuhkan belum tersedia di lingkungan setempat.
Dengan kapasitas 101 kamar, fasilitas layanan yang beragam, serta rencana kerja sama dengan BPJS Kesehatan, RS Bumi Jayanti diproyeksikan menjadi salah satu tambahan fasilitas kesehatan di Palabuhanratu.
Bagi masyarakat Sukabumi Selatan, kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akses layanan kesehatan yang lebih dekat. Namun, kualitas pelayanan, kesiapan tenaga medis, pemenuhan regulasi, serta keberlanjutan layanan akan menjadi faktor penting setelah rumah sakit mulai beroperasi.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
