Sukabuminow.com || Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pembangunan lima kantor kecamatan secara bersamaan pada tahun 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan fasilitas pelayanan yang lebih representatif, modern, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pembangunan itu mencakup Kantor Kecamatan Surade, Ciracap, Cireunghas, Cisaat, dan Cidahu. Khusus untuk Surade dan Ciracap, pekerjaan fisik resmi dimulai setelah peletakan batu pertama secara simbolis yang dilakukan Bupati Sukabumi, Asep Japar, di lokasi pembangunan Kantor Kecamatan Surade pada akhir Juli 2026.
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengatakan pembangunan lima kantor kecamatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik hingga tingkat kecamatan.
“Alhamdulillah, tahun ini kami memulai penataan gedung kantor kecamatan di lima lokasi sekaligus. Selain Surade dan Ciracap, pembangunan juga dilaksanakan di Cireunghas, Cisaat, dan Cidahu. Ini merupakan langkah nyata Disperkim dalam meningkatkan kualitas sarana pemerintahan,” ujar Sendi, Selasa (4/8/26).
Menurutnya, keberadaan kantor kecamatan yang layak tidak hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat mengurus berbagai layanan administrasi, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas aparatur sipil negara dalam menjalankan tugasnya.
Untuk pembangunan Kantor Kecamatan Surade, Disperkim mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,9 miliar dengan pelaksana CV Bintang Jaya Perkasa. Sementara itu, pembangunan Kantor Kecamatan Ciracap dikerjakan oleh CV Jaya Mitra dengan nilai kontrak sekitar Rp2,6 miliar.
Perbedaan nilai anggaran tersebut disesuaikan dengan hasil perencanaan teknis dan kebutuhan masing-masing bangunan.
Sebagai bentuk inovasi, Disperkim juga menghadirkan konsep bangunan yang tidak hanya modern, tetapi tetap mempertahankan identitas budaya daerah. Setiap kantor kecamatan akan memiliki sentuhan arsitektur khas yang disesuaikan dengan karakter wilayah masing-masing.
“Prototipe bangunannya memang sama, tetapi kami melibatkan arsitek untuk memasukkan unsur kearifan lokal, mulai dari ornamen, motif batik, hingga elemen budaya yang menjadi ciri khas setiap kecamatan. Dengan begitu, setiap gedung memiliki identitas tersendiri,” jelas Sendi.
Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan kantor pemerintahan yang tidak sekadar berfungsi sebagai pusat pelayanan masyarakat, tetapi juga menjadi representasi budaya lokal Kabupaten Sukabumi.
Komitmen Disperkim juga diarahkan agar seluruh fasilitas pemerintahan mampu memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik. Gedung yang nyaman, aman, dan representatif dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Bangunan kantor kecamatan merupakan wajah pelayanan pemerintah. Karena itu, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang nyaman, sementara perangkat daerah dapat bekerja lebih optimal dengan fasilitas yang memadai,” tegasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
