Sukabuminow.com || Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang oknum guru di bawah lembaga Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi mendadak viral setelah seorang pengguna Facebook, berinisial GM, mengunggah rangkaian cerita berseri mengenai pengalaman dirinya sebagai korban. Unggahan tersebut memicu perhatian warganet karena berisi kesaksian beberapa korban serta ajakan agar publik membantu menyebarkan informasi tersebut.
GM mengaku sebagai salah satu korban langsung. Ia menyebut sedikitnya terdapat empat korban yang ia ketahui, dan meyakini jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih banyak.
“Yang mengalami peristiwa pelecehan tersebut saya dan teman-teman saya. Sampai sekarang ada empat korban, dan saya yakin ada puluhan korban lain yang belum bisa diselamatkan,” ujarnya, Sabtu (15/11/25).
Ia menjelaskan bahwa informasi yang disampaikan dalam unggahannya bersumber dari dirinya sendiri sebagai korban serta sejumlah korban lain yang menghubunginya setelah unggahan itu viral. Para korban, kata GM, juga telah mengirimkan bukti-bukti pendukung.
“Informasi ini merupakan fakta karena saya sebagai korban langsung, dan ada beberapa korban lainnya yang berbicara kepada saya serta mengirimkan bukti,” tutur GM.
Menurut GM, terduga pelaku merupakan seorang guru sekaligus kepala madrasah tsanawiyah serta pelatih voli putri di salah satu sekolah menengah yang berada di bawah Kemenag di wilayah Surade, Kabupaten Sukabumi. GM meminta agar nama sekolah tidak dipublikasikan demi menjaga privasi para korban.
Ia mengungkapkan bahwa peristiwa yang dialaminya terjadi sekitar tahun 2013 atau 2014. Beberapa korban lain disebut pernah mencoba melaporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah, namun tidak mendapatkan tindak lanjut.
“Sudah ada beberapa korban yang melaporkan ke pihak sekolah, tetapi tidak ada tindakan lanjutan. Saat ini pun pelaku meminta mediasi melalui perantara, namun saya menolak,” kata GM tegas.
Polisi Mulai Lakukan Penyelidikan
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan awal. Penanganan kasus kini dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
“Kami sudah melakukan penyelidikan, dan sudah diteruskan oleh Kanit PPA. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Tono.
KPAI dan DP2KB Turut Berkoordinasi
Sementara itu, anggota Pokja Pendidikan KPAI sekaligus Tenaga Ahli Psikolog Klinis Program Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP2KB Sukabumi, Dikdik Hardy, menyatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi setelah menerima laporan viral tersebut.
“Barusan saya sudah berkomunikasi dengan Kabid PPA. Akan dilakukan pengecekan melalui kader opsiga kecamatan. Bidang Rehabsos juga akan menelusuri informasi ini melalui pekerja sosial dan kader di wilayah. Terima kasih atas informasinya,” ujar Dikdik.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, sementara proses hukum dan pendampingan terhadap korban terus berjalan. Pemerhati anak dan aktivis perlindungan perempuan mendorong agar penyelidikan dilakukan transparan dan tuntas demi mencegah adanya korban baru.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
