Sukabuminow.com || Dalam kurun waktu kurang dari 48 jam, Kota Sukabumi, Jawa Barat, diguncang oleh dua peristiwa penemuan jasad yang terjadi di lokasi berbeda. Rentetan kejadian tersebut sontak menjadi perhatian publik karena hingga kini keduanya masih menyisakan tanda tanya besar dan tengah didalami aparat kepolisian.
Kasus pertama menyita perhatian setelah seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar Hotel Sinar Rejeki, Jalan Stasiun Timur, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Sementara kasus kedua terjadi sehari kemudian, ketika seorang pria ditemukan tak bernyawa di samping sebuah gerai minimarket di Jalan Cemerlang, Kampung Cikareo, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong.
Dua peristiwa yang terjadi secara beruntun itu memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan masih berlangsung dan masyarakat diminta menunggu hasil resmi penyidikan.
Perkembangan terbaru justru muncul dari kasus kematian perempuan yang ditemukan di kamar hotel. Identitas korban yang semula belum diketahui akhirnya berhasil diungkap penyidik. Korban diketahui berinisial R (53 th), warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kapolsek Cikole Kompol Ma’ruf Murdianto mengatakan identitas korban terungkap setelah petugas menemukan dokumen kependudukan yang mengarah pada identitas korban.
“Sudah sesuai dengan identitas pada KTP, korban merupakan warga Bogor,” ujar Ma’ruf, Rabu (24/6/26).
Terungkapnya identitas korban menjadi titik awal penyelidikan yang lebih mendalam. Sebab, hasil autopsi yang dilakukan tim forensik RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi menunjukkan adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban sebelum meninggal dunia.
Sementara itu dokter Forensik RSUD R. Syamsudin, S.H., dr. Nurul Aida Fathiya menjelaskan bahwa jenazah pertama kali tiba di rumah sakit pada Senin (22/6/26) sore dan menjalani pemeriksaan awal oleh dokter jaga.
Saat pemeriksaan luar, petugas hanya menemukan beberapa luka lecet pada wajah korban. Namun karena terdapat sejumlah kejanggalan yang dinilai perlu didalami, penyidik meminta dilakukan autopsi.
Hasil autopsi yang dilaksanakan pada Selasa (23/6/26) pagi mengungkap temuan yang jauh lebih signifikan.
“Ditemukan banyak resapan darah pada daerah leher dan ditemukan juga patah tulang rawan gondok. Temuan tersebut menjadi bukti adanya kekerasan tumpul pada daerah leher,” ungkap Aida.
Menurutnya, kekerasan tumpul pada area leher merupakan kondisi yang dapat menyebabkan kematian. Meski demikian, pihak forensik tidak menyimpulkan secara langsung bentuk tindakan yang menyebabkan cedera tersebut karena hal itu menjadi ranah penyidikan kepolisian.
Berdasarkan kondisi lebam mayat dan kaku mayat, tim medis memperkirakan korban telah meninggal sekitar 12 jam sebelum dilakukan pemeriksaan awal di rumah sakit.
Menanggapi hasil autopsi tersebut, Kapolsek Cikole memastikan penyidik kini tengah mengumpulkan berbagai alat bukti dan keterangan saksi guna mengungkap rangkaian kejadian yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Ternyata ada kekerasan. Tetapi kami masih mengumpulkan saksi dan bukti. Setelah itu akan dilakukan evaluasi dan gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya,” kata Ma’ruf.
Penyidik juga masih menelusuri informasi mengenai seorang pria yang diduga sempat bersama korban sebelum ditemukan tak bernyawa di dalam kamar hotel. Sejumlah saksi dari pihak hotel maupun lingkungan sekitar masih terus dimintai keterangan.
Hingga saat ini, polisi belum menyimpulkan apakah kematian korban berkaitan dengan tindak pidana tertentu. Penyidik memilih berhati-hati sembari menunggu seluruh hasil pemeriksaan dan alat bukti terkumpul.
Belum tuntas penyelidikan kasus tersebut, warga Kota Sukabumi kembali dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria pada Rabu (24/6/26) sekitar pukul 04.50 WIB.
Korban diketahui bernama Ende Nur Jaya (47 th), seorang buruh harian lepas yang juga dikenal masyarakat sebagai mantan Ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang mahasiswa yang melintas di kawasan Jalan Cemerlang, Kecamatan Warudoyong. Temuan itu segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Petugas Polsek Warudoyong bersama Satreskrim Polres Sukabumi Kota dan Tim Inafis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.
Dalam proses penyelidikan, muncul informasi yang turut menjadi perhatian penyidik. Sepeda motor milik korban yang biasa digunakan untuk bekerja sebagai pengemudi ojek tidak ditemukan di lokasi kejadian.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya peristiwa lain yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Namun hingga kini polisi masih mendalami seluruh kemungkinan dan belum menyampaikan kesimpulan resmi terkait penyebab kematian korban.
Jenazah Ende Nur Jaya telah dievakuasi ke RSUD R. Syamsudin, S.H. untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Dua kasus kematian yang terjadi secara beruntun dalam waktu kurang dari dua hari ini menjadi perhatian luas masyarakat Sukabumi. Selain menimbulkan keprihatinan, rangkaian peristiwa tersebut juga mendorong aparat kepolisian untuk bergerak cepat mengungkap fakta di balik masing-masing kasus.
Polres Sukabumi Kota mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi maupun menyebarkan spekulasi di media sosial. Kepolisian meminta publik memberikan ruang kepada penyidik untuk bekerja mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, serta mengungkap fakta yang sebenarnya di balik dua peristiwa yang menghebohkan Kota Sukabumi tersebut.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
