Disperkim Sukabumi Dorong Sinkronisasi Program Pusat-Daerah

Sukabuminow.com || Pembangunan perumahan dan kawasan permukiman tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan anggaran pemerintah daerah. Sinkronisasi kebijakan dengan pemerintah pusat menjadi langkah strategis agar pemenuhan hunian layak, penataan kawasan permukiman, hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menilai penyelarasan program pusat dan daerah penting untuk memastikan kebijakan pembangunan perumahan lebih terarah, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Salah satu agenda strategis yang didorong ialah percepatan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui program bedah rumah. Selain itu, penanganan rumah khusus juga menjadi perhatian dalam upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.

Pemulihan Pascabencana Jadi Perhatian

Tidak hanya berfokus pada pembangunan hunian, Disperkim juga mendorong penguatan peran pemerintah dalam rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan permukiman terdampak bencana.

Persoalan ini penting mengingat pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan kembali rumah warga. Penataan lingkungan, kualitas infrastruktur permukiman, serta kepastian tempat tinggal masyarakat juga harus menjadi bagian dari perencanaan.

Menurut Sendi, koordinasi lintas pemerintahan diperlukan agar setiap program berjalan sesuai kewenangan dan tidak tumpang tindih dalam pelaksanaannya.

“Penyelarasan program pusat dan daerah menjadi langkah penting agar penanganan perumahan dan permukiman lebih terarah dan tepat sasaran serta berkelanjutan,” ujar Sendi, Jumat (6/11/26).

Ia berharap komunikasi dengan pemerintah pusat dapat memperkuat dukungan terhadap kebutuhan pembangunan perumahan di Kabupaten Sukabumi.

Dengan sinergi tersebut, program perumahan diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat, ketahanan kawasan permukiman, dan pemerataan pembangunan daerah.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru