DesakuKabupaten Sukabumi

Dikonfirmasi Wartawan Perihal Desa Model, Kades Pasirhalang Mencak-mencak

ads

Sukabuminow.com || Dugaan pelecehan terhadap tugas jurnalistik. Dilakukan Kepala Desa : Kades Pasirhalang. Kecamatan Sukaraja : Yusuf Purnama.

Senin (27/5/19). Yusuf diduga bertindak tidak semestinya. Saat beberapa wartawan dari media berbeda. Datang untuk mengkonfirmasi Program Desa Model. Yang merupakan unggulan. Di Pasirhalang.

“Nu kieu mah teu kudu di wawancara. Da geus basi. (Yang begini tidak perlu diwawancara. Sudah basi),” kata salah satu wartawati dari 3 wartawan : Diana Novita Hidayat. Menirukan gaya bicara Yusuf. Saat hendak mengkonfirmasi hal yang seharusnya menjadi prestasi itu. Senin (27/5/19).

Yusuf sempat memaparkan Kampung Khatam. Yang menjadi salah satu kebanggan. Dari Desa Pasirhalang. Namun saat wartawan bertanya lebih lanjut. Terkait program tersebut. Yusuf malah mengarahkan wartawan untuk melihat papan program desa. Sambil dan bersuara dengan nada tinggi.

“Tuh tingali papan. Teu kudu diwawancara nu kieu mah. (Tuh lihat papan. Tidak usah diwawancara yang begini mah),” tiru Diana.

Baca Juga  :

Para kuli tinta itu. Berusaha meredam suasana. Mereka menjelaskan. Bahwa jurnalis tidak bisa serta merta menulis berita. Jika tidak berdasarkan statement narasumber yang jelas. Namun lagi-lagi. Yusuf menjawab dengan perkataan yang tidak mengenakkan.

“Ya teu kudu diwawancara yang kaya gini mh. Da geus basi. Kamana wae atuh? (Ya tidak usah diwawancara yang seperti ini mah. Sudah basi. Kemana saja kalian?),” papar Diana. Masih menirukan ucapan sang Kades.

Para wartawan itu kembali menjawab. Bahwa mereka belum pernah membahas desa model bertaraf nasional tersebut. Mereka ingin meminta statement Kades. Agar desa-desa lain bisa mencontoh.

Tak hanya itu. Yusuf yang saat itu tengah membaca Koran Radar Sukabumi. Mengatakan hal yang tidak mengenakkan. Terkait wartawan koran harian tersebut.

“Ah wartawan Radar Sukabumi mah bedegong. (Ah wartawan Radar Sukabumi itu sombong),” ketus Yusuf.

Karena tidak mau terjadi percekcokan yang semakin panjang. Para wartawan itu pamit. Meninggalkan Desa Pasirhalang.

Di tempat terpisah. Ketua Forum Pers Independent Indonesia : FPII Korwil Sukabumi : Syamsul Rizal. Mengecam keras tindakan pihak manapun. Yang tidak bersikap kooperatif kepada insan pers. Yang datang meminta statement. Hal itu sesuai dengan Undang-undang No 14. Tahun 2008. Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Kami mengecam keras. Siapapun yang melakukan tindakan itu. Kami menuntut kades meminta maaf. Kepada insan pers,” terangnya.

Syamsul menyayangkan sikap kades. Yang memperlakukan insan pers seenaknya. Memurutnya. Seharusnya kades memperlakukan wartawan dengan sebagaimana mestinya. Bukan malah merendahkan apalagi melecehkan.

“Seharusnya apa yang ditanyakan oleh insan pers. Dijawab sebagaimana mestinya. Bukan malah merendahkan apalagi melecehkan,” imbuhnya.

Ia memgaku. Akan menempuh koridor-koridor. Sesuai dengan Undang-Undang Pers No 40. Tahun1999. Agar pihak manapun tidak bersikap seenaknya. Terhadap para jurnalis.

“Kami bersama organisasi akan melayangkan somasi. Kepada kades. Secepatnya,” tutupnya. (R Tanjung)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close