Legislator Kabupaten Sukabumi Ini Kenang Lahirnya Desa Jayanti, Kini Bangga Melihat Perkembangannya

Sukabuminow.com || Perjalanan Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang kini genap berusia 14 tahun mendapat apresiasi tinggi dari Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Junajah Jajah Nurdiansyah. Politisi PDI Perjuangan yang turut menyaksikan proses lahirnya Desa Jayanti dari pemekaran Desa Citarik itu menilai perkembangan desa tersebut berlangsung sangat signifikan.

Menurut Junajah, keberhasilan Desa Jayanti tidak hadir secara instan. Ia mengingat betul bagaimana perjuangan masyarakat saat memperjuangkan pemekaran wilayah sekitar 14 tahun silam.

“Dulu kalau melihat Desa Jayanti memang hampir terseok-seok. Namun karena tekad masyarakat untuk mewujudkan pemekaran begitu kuat, akhirnya cita-cita itu terwujud. Alhamdulillah, setelah 14 tahun, kemajuannya sangat signifikan dan bisa dirasakan masyarakat,” ujar Junajah saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Ke-14 Desa Jayanti, Jumat (26/6/26).

Ia mengatakan, di Kecamatan Palabuhanratu terdapat beberapa desa hasil pemekaran, di antaranya Desa Jayanti dan Desa Cimanggu. Namun, menurutnya, perkembangan Desa Jayanti menjadi salah satu yang paling menonjol.

Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya Pendapatan Asli Desa (PAD) yang dinilai menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau dibandingkan dengan desa hasil pemekaran lainnya, perkembangan Desa Jayanti sangat terlihat. PAD-nya juga meningkat. Ini menunjukkan roda pemerintahan desa berjalan semakin baik dan mampu mendorong pembangunan,” katanya.

Junajah mengaku memiliki kedekatan emosional dengan kehidupan pemerintahan desa. Sebelum menjadi anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, ia pernah menjabat sebagai Kepala Desa Cibodas selama dua periode. Pengalaman tersebut membuatnya memahami tantangan yang dihadapi pemerintah desa dalam menjalankan pembangunan.

“Saya merasa bangga karena lahir dari desa. Saya juga pernah dua periode menjadi kepala desa, sehingga memahami bagaimana beratnya membangun desa dengan berbagai keterbatasan yang ada,” ungkapnya.

Pada peringatan Hari Jadi Ke-14 Desa Jayanti, Junajah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap kemajuan desa.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sukabumi Ahmad Samsul Bahri, Plt Camat Palabuhanratu Sutopo, Kepala Desa Jayanti Nandang, beserta perangkat desa, serta seluruh masyarakat yang terus menjaga semangat gotong royong.

“Kemeriahan peringatan hari jadi ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kearifan lokal masih hidup serta terus dijaga masyarakat Desa Jayanti. Nilai-nilai inilah yang harus dipertahankan sebagai identitas desa,” tegasnya.

Di balik capaian tersebut, Junajah mengingatkan bahwa pemerintah desa masih menghadapi tantangan besar, terutama keterbatasan anggaran pembangunan.

Ia menuturkan, alokasi Dana Desa yang diterima Desa Jayanti bersama seluruh desa di Indonesia tahun ini berkurang drastis imbas dari kebijakan pusat. Nilai tersebut dinilai belum sebanding dengan besarnya kebutuhan pembangunan infrastruktur maupun peningkatan pelayanan masyarakat.

“Untuk membangun jalan gang dan berbagai kebutuhan infrastruktur lainnya tentu tidak mudah dengan anggaran yang tersedia. Apalagi Desa Jayanti tidak termasuk kawasan permukiman kumuh sehingga ada sejumlah skema pendanaan yang tidak bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Karena itu, Junajah memastikan DPRD Kabupaten Sukabumi tengah mendorong lahirnya skema baru dalam pembahasan Rancangan Perubahan APBD agar pemerintah daerah memiliki ruang lebih luas dalam membantu desa-desa yang membutuhkan dukungan pembangunan.

“Kami di DPRD sepakat mendorong adanya menu baru dalam Perubahan APBD Kabupaten Sukabumi sehingga pemerintah daerah dapat memberikan dukungan anggaran kepada desa-desa yang benar-benar membutuhkan. Harapannya, pembangunan desa dapat berlangsung lebih merata dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” pungkasnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru