Curug Caweni, ‘The Real Paradise’ di Kecamatan Cidolog

Sukabuminow.com || Potensi Kecamatan Cidolog. Kabupaten Sukabumi. Tak terbatas pada sektor pertanian. Dua sektor lain. Yang cukup kental. Dengan Cidolog. Yakni sektor perkebunan rakyat. Dan hidrowisata.

Sektor terakhir. Mulai menggeliat. Di wilayah yang dipimpin Deni Yudono itu. Di wilayah yang di sebelah utara. Berbatasan dengan Kecamatan Sagaranten. Sebelah selatan. Dan barat. Berbatasan dengan Kecamatan Tegalbuleud. Dan sebelah timur. Dengan Kecamatan Cidadap itu. Terdapat ikon pariwisata. Bernama Curug Caweni.

Air terjun dari balik dedaunan rindang. Foto : Sukabuminow

Kepada Sukabuminow. Senin (8/4/19). Ketua TIPD (Tim Inovasi Pelaksana Desa). Kecamatan Cidolog. Iwan Febriya mengatakan. Curug Caweni. Mulai melejit setelah dipromosikan. Melalui berbagai media. Hingga ke youtube.

“Curug Caweni. Ada di Desa Cidolog. Lokasinya dekat dengan jalan. Sehingga mudah dijangkau wisatawan,” ucap Iwonk. Sapaan karib Iwan.

Baca Juga  :

Iwonk. Yang didampingi. Fikri Hamdallah. Selaku Bendahara TIPD menjelaskan. Tak kurang. 500 pengunjung per bulan. Datang ke Curug Caweni. Jumlah tersebut. Sangat fantastis. Mengingat. Lokasi Cidolog. Yang cukup jauh. Dari pusat Ibu Kota Kabupaten Sukabumi.

“Curug Caweni unik. Ada arca Nyi Caweni. Ditengah curugnya. Kemudian di sekitar curug. Ada 6 goa. Suasananya eksotis. Goa kopeah. Goa Saron. Goa Dahu. Goa Tumpukan Pare. Goa Walet. Dan Goa Lalay. Semua memiliki. Keunikan masing-masing,” terang pria. Yang juga berprofesi. Sebagai fotografer itu.

Pengunjung. Asik bermain. Di dalam salah satu Goa. Di sekitar Curug Caweni. Foto : Sukabuminow

Curug Caweni. Kata Iwonk. Masih menyimpan segudang misteri. Aturan tak tersirat. Wajib dipatuhi. Jika tak ingin terjadi sesuatu. Kepada pengunjung. Sopan santun. Dan tata krama. Wajib dipakai. Di tempat tersebut. Pengunjung. Tak boleh menuju tempat itu. Saat waktu menunjukkan. Pukul 12.00 WIB.

“Ke Curug Caweni. Tidak boleh jam 12 siang. Kemudian harus sopan. Kalau tidak. Biasanya akan kesurupan. Itu sering terjadi. Kepada yang melanggar. Tapi. Aman aman saja. Kepada yang tidak melanggar,” bebernya.

Sukabuminow. Menggali lebih dalam. Seputar sejarah. Curug Caweni. Kepada Iwonk. Ia pun membeberkan. Apa yang diketahuinya. Seputar air terjun. Yang sangat eksotis tersebut.

“Dulu. Ada puteri. Namanya Nyi Caweni. Masih keluarga. Dari kerajaan Padjajaran. Ia mengidap penyakit menular. Kemudian diusir dari Kerajaan. Saat mengelana. Sang puteri. Bertemu dengan seorang raden. Dari Kerajaan Boros Kaso. Mereka membuat sebuah perjanjian. Sebelum menikah. Nyi Caweni semedi di sana. Hingga akhirnya menjadi batu. Seperti itu. Cerita turun temurun. Soal Curug Caweni,” urai Iwonk. Yang juga menjabat. Sebagai Sekretaris Himpaudi. Kecamatan Cidolog.

“Nyi Caweni. Sudah 99 kali menikah. Seluruh suaminya. Meninggal. Di malam pertama. Menurut kisah. Dalam kemaluan Nyi Caweni. Ada ular. Itu yang membuat raden dari Boros Kaso. Menyuruh Nyi Caweni. Bersemedi. Sebelum menikah dengannya. Namun. Pernikahan tak pernah terjadi. Karena Nyi Caweni. Menjadi arca,” imbuhnya.

Goa eksotik. Terdapat di area. Sekitar Curug Caweni. Foto : Sukabuminow

Tak hanya itu. Konon. Saat pergi dari Kerajaan Padjadjaran. Nyi Caweni. Membawa seekor anjing. Seekor meri atau itik. Dan kasur. Dan menurut cerita pula. Ketiganya berubah. Menjadi hiasan tempat itu. Selain Curug Caweni. Di tempat itu. Juga terdapat. Curug Anjing. Curug Meri. Dan Leuwi Kasur. Yang merupakan milik Nyi Caweni.

Keindahan Curug Caweni. Tak perlu diragukan. Namun. Iwonk mengeluh. Karena terdapat kendala. Dalam pengembangannya.

“Masih polos. Belum ada pembangunan apa-apa. Akan lebih cantik. Jika Curug Caweni. Dilengkapi berbagai fasilitas. Seperti musala. MCK. Dan Gazebo. Orang Dinas Pariwisata. Kabupaten Sukabumi. Sudah pernah meninjau langsung. Ke sini. Tapi. Belum ada lagi. Orang dinas. Yang ke sini,” tegasnya.

Tak hanya Curug Caweni. Kecamatan Cidolog. Juga memiliki air terjun lainnya. Yakni Curug Cakra Weya. Atau lebih dikenal. Dengan nama. Curug Sawer. Di Desa Cipamingkis. Serta Curug Hamal. Di Kampung Cukang Batu. Desa Mekarjaya.

“Untuk seni dan budayanya. Kami memiliki Pencak Silat. Di Desa Cikarang. Nama grupnya. Putera Siliwangi. Sudah sering tampil. Dan berbagai even kebudayaan,” tandasnya. (Adv/DKIP)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru