AdvertorialKabupaten SukabumiKesehatan

Bayi Meninggal Diduga Akibat Imunisasi, Ini Kata Dinkes Kabupaten Sukabumi

Reporter : Edo

Sukabuminow.com || Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi memberikan jawaban terkait kasus bayi berusia 2 bulan, M Atharrazka Ashauqi, yang meninggal dunia setelah diimunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Al-Rasyid, mengatakan, berdasarkan hasil audit Kelompok Kerja (Pokja) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Kabupaten Sukabumi dan Komisaris Daerah (Komda) KIPI Jawa Barat, meninggalnya bayi mungil tersebut bukan akibat imunisasi. Melainkan adanya penyakit penyerta yang diderita.

POKJA KIPI Kabupaten Sukabumi, Eni Rahmawati, saat memberikan keterangan kepada wartawan. Foto : Sukabuminow

“Jawaban ini sifatnya ilmiah dan hasil audit oleh tim yang langsung terjun ke lapangan. Faktanya seperti itu,” tutur Harun saat konferensi pers di ruangannya. Selasa (28/1/20).

Baca Juga :

Ia menjelaskan, audit yang dilakukan meliputi seluruh aspek kelayakan vaksin imunisasi. Termasuk pendistribusian, penyimpanan, hingga masa kadaluarsa vaksin imunisasi tersebut.

“Semuanya sudah sesuai prosedur. Bahkan vaksin imunisasi yang diberikan kadaluarsanya masih lama, yakni 20 Juli 2020. Sedangkan vaksin diberikan tanggal 16 Januari. Peruntukkannya juga jelas. Untuk bayi umur 2 hingga 6 bulan,” bebernya.

Di tempat sama, Pokja KIPI Kabupaten Sukabumi, Eni Rahmawati, menegaskan, setelah melalui berbagai audit, pihaknya meyakini bahwa M Atharrazka Ashauqi meninggal bukan akibat imunisasi. Namun penyakit yang disebabkan oleh virus yang dideritanya.

“Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) korban bukan disebabkan oleh vaksin Pentabio dan OPV. Karena penyebab terbanyak ITP adalah virus. Itulah yang terjadi,” tandas dokter anak di RSUD Sekarwangi Cibadak tersebut.

Sebelumnya diinformasikan, bayi berusia 2 bulan, M Atharrazka Ashauqi, meninggal dunia setelah diimunisasi di Puskesmas Cibadak pada 15 Januari 2020 lalu. Sehari kemudian, bayi mungil itu menghembuskan napas terakhir.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close