Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Jampangkulon untuk membantu menghadapi ancaman kekeringan.
Penyaluran dilakukan di Alun-Alun Jampangkulon dalam rangkaian touring Ngalongok Dulur di Lembur, memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 tahun 2026, Sabtu (19/9/26).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas kebutuhan petani di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.
“Pak Bupati meminta dalam rangka touring ini ada bantuan untuk penanganan kekeringan. Di wilayah selatan kurang lebih ada 1.000 hektare lahan. Mudah-mudahan dengan pompa ini petani sedikit tertolong,” ujar Aep.
Alsintan yang disalurkan berupa pompa air berukuran 3 inci dan 4 inci. Bantuan tersebut dilengkapi selang sepanjang 100 meter.
Peralatan itu diarahkan untuk membantu petani mendapatkan sumber air ketika lahan menghadapi keterbatasan pasokan akibat kondisi kering.
Menurut Aep, kebutuhan penanganan kekeringan menjadi salah satu perhatian dalam penyaluran bantuan tersebut.
“Kami harap, bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani, terutama untuk mempertahankan kegiatan pertanian di tengah kondisi cuaca yang tidak mendukung,” ujarnya.
Selain pompa air, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi juga menyalurkan benih jagung kepada Poktan.
Pemberian benih menjadi bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan produksi pertanian di wilayah Jampangkulon.
Aep menilai bantuan pertanian perlu diarahkan pada kebutuhan konkret petani di lapangan.
“Yang kita berikan bukan hanya pompa air, tetapi juga benih jagung. Harapannya bantuan ini bisa benar-benar dimanfaatkan dan membantu petani dalam menjaga produktivitas,” katanya.
Kekeringan menjadi tantangan penting bagi sektor pertanian Kabupaten Sukabumi, khususnya wilayah selatan.
Luas lahan yang terdampak atau berpotensi membutuhkan penanganan disebut mencapai sekitar 1.000 hektare.
Kondisi tersebut membuat ketersediaan air menjadi faktor penting dalam mempertahankan produksi.
Karena itu, bantuan pompa air dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi dampak kekeringan pada lahan pertanian.
Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan pengelolaan bersama oleh kelompok tani agar bantuan dapat digunakan secara efektif.
Aep berharap dukungan tersebut mampu memberikan manfaat langsung bagi petani Jampangkulon.
“Semoga dengan bantuan pompa ini kondisi petani di wilayah selatan bisa sedikit tertolong, terutama dalam menghadapi kekeringan,” tutur Aep.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
