Banjir Terjang Kampung Cisaat Palabuhanratu, Puluhan KK Terdampak dan TPT Jebol
Sukabuminow.com || Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dalam dua hari terakhir memicu luapan Sungai Sinapeul yang menerjang Kampung Cisaat, Desa Citarik. Akibatnya, sekitar 50 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang terjadi pada Jumat (12/4/25) malam itu.
Tak hanya air yang meluap dari aliran sungai, banjir juga diperparah oleh jebolnya Tembok Penahan Tanah (TPT) pada Jaringan Somang, penghubung antara Desa Cikadu dan Citarik. Air bah merendam rumah-rumah warga di dua RT sekaligus, yakni RT 01 dan RT 05 di RW 04 Desa Citarik.
Kondisi itu menggugah Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu untuk bergerak cepat. Dalam tinjauan lapangan pada Senin (14/4/25), mereka menyerahkan bantuan berupa lima paket sembako kepada lima warga yang terdampak paling parah.
Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, melalui Sekretaris Kecamatan, Hendriana, mengatakan pihaknya turut prihatin atas musibah tersebut dan langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Desa dan BPBD setempat.
“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu menyampaikan empati yang mendalam kepada warga yang terdampak. Sebagai bentuk kepedulian, kami menyalurkan bantuan awal berupa sembako. Tentu ini belum seberapa dibandingkan kerugian yang dialami warga,” ujar Hendriana di lokasi kejadian.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tengah melakukan asesmen dan pendataan lebih lanjut agar upaya penanganan lanjutan bisa dilakukan secara terkoordinasi.
Di tempat sama, Kasi Trantibum Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah, menyebut kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi. Ia menilai, intensitas hujan yang tinggi dan buruknya kondisi TPT menjadi pemicu utama banjir.
“Kalau Sungai Sinapeul meluap, biasanya memang rawan banjir. Tapi kali ini cukup parah karena TPT yang menjadi penahan di jalur penghubung antar desa jebol. Air masuk sangat cepat dan merendam rumah-rumah di dua RT. Warga panik, sebagian mengungsi ke rumah kerabat,” tutur Mahbubillah.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa rumah warga masih tergenang air meski kondisi sudah mulai surut. Jalan penghubung Cikadu–Citarik pun tampak mengalami kerusakan akibat derasnya arus air saat banjir menerjang. (Ade F)
Redaktur : Andra Permana




