Hujan Deras Rendam Palabuhanratu, Pelayanan Puskesmas Dipindahkan ke Pustu Citepus
Sukabuminow.com || Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memicu bencana banjir yang berdampak serius terhadap pelayanan kesehatan dan permukiman warga, Minggu (24/5/26).
Luapan Sungai Ciranca dan tingginya debit Sungai Cigangsa menyebabkan kawasan Kampung Cangehgar, Kelurahan Palabuhanratu, terendam banjir. Dampak terparah terjadi di area Puskesmas Palabuhanratu yang sempat lumpuh akibat genangan air yang memenuhi hampir seluruh ruangan lantai bawah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya 50 rumah warga terdampak banjir. Selain merendam permukiman, genangan air juga mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan masyarakat di pusat ibu kota Kabupaten Sukabumi tersebut.
Air mulai masuk ke area puskesmas dan rumah warga sekitar pukul 16.30 WIB setelah hujan turun tanpa henti sejak siang hari. Hingga malam, debit air dilaporkan belum sepenuhnya surut sehingga warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
“Kalau air naik itu tadi setengah lima sore sudah mulai naik-naik. Hujannya dari siang, sampai sekarang airnya belum surut,” ujar Rahmat, warga sekitar lokasi banjir.
Ia mengatakan, banjir di kawasan Puskesmas Palabuhanratu bukan kali pertama terjadi. Kondisi tersebut disebut kerap berulang setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Palabuhanratu dalam durasi panjang.
“Kalau hujan besar sering begini. Warga juga jadi khawatir karena ini fasilitas kesehatan, takut pelayanan terganggu,” katanya.
Akibat banjir tersebut, pelayanan kesehatan di Puskesmas Palabuhanratu untuk sementara dihentikan. Sebagai langkah darurat, layanan kesehatan dipindahkan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.
Pada Senin (25/5/26) pagi, BPBD Kabupaten Sukabumi langsung menerjunkan 20 personel untuk melakukan pembersihan di area puskesmas dan rumah-rumah warga terdampak.
Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, mengatakan fokus utama penanganan saat ini ialah mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan agar pelayanan masyarakat kembali normal.
“Pagi hari ini BPBD menurunkan 20 personel untuk bersih-bersih, terutama di Puskesmas Palabuhanratu. Dampak banjir semalam membuat pelayanan sementara tidak bisa dilakukan,” ujar Kuswan.
Menurutnya, hampir seluruh ruangan di lantai bawah puskesmas terendam banjir dengan ketinggian air mencapai selutut orang dewasa. Kondisi arus yang cukup deras pada Minggu sore membuat petugas belum bisa langsung melakukan penanganan.
“Ruangan lantai bawah semuanya terendam. Air mulai meluap sekitar pukul 16.00 WIB. Semalam kami belum bisa turun karena arus air masih besar,” ungkapnya.
Banjir juga menyebabkan sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, terutama di ruang poli gigi dan ruang perawatan tuberkulosis (TB). Sejumlah alat pemeriksaan dilaporkan rusak karena tidak sempat dievakuasi saat air datang dengan cepat.
“Alat pemeriksaan di poli gigi mengalami kerusakan karena alatnya berat dan tidak bisa diangkat. Selain itu, ruang perawatan TB juga terendam cukup besar karena posisinya lebih rendah,” jelas Kuswan.
Di sisi lain, BPBD juga mulai membagi personel untuk membantu warga membersihkan rumah yang terdampak banjir. Petugas membawa sejumlah peralatan, termasuk pompa air atau alkon, guna mempercepat proses pembersihan lumpur dan genangan.
“Sekarang kami juga diminta warga untuk membantu pembersihan rumah. Personel akan dibagi dan kami membawa alat termasuk alkon agar proses pembersihan lebih cepat,” katanya.
Peristiwa banjir yang kembali merendam pusat pelayanan kesehatan di Palabuhanratu ini menjadi perhatian serius masyarakat. Selain mengganggu aktivitas warga, kejadian tersebut juga memperlihatkan tingginya kerentanan kawasan bantaran sungai terhadap bencana hidrometeorologi saat cuaca ekstrem melanda wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.
Pemerintah daerah bersama BPBD masih terus melakukan pendataan kerusakan dan pemantauan kondisi sungai guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila hujan deras kembali terjadi di kawasan Palabuhanratu dan sekitarnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




