Sukabuminow.com || Sesosok mayat laki-laki ditemukan di aliran Sungai Cimunjul, Kampung Barupaku, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (11/7/26).
Korban diketahui bernama Robi Ruliansyah (35 th), warga Kampung Ciambar Babakan, Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar. Berdasarkan keterangan keluarga, korban telah dilaporkan hilang sejak Selasa (7/7/26) setelah komunikasi terakhir berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB.
Kapolsek Nagrak Iptu Subit Sudrajat mengatakan, laporan mengenai penemuan mayat diterima pihaknya sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah informasi diterima, personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan, pengamanan tempat kejadian perkara, hingga proses evakuasi.
“Kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara setelah mendapat laporan warga untuk melakukan pengecekan dan penanganan,” ujar Subit.
Penemuan mayat bermula ketika seorang warga sedang memancing di aliran Sungai Cimunjul pada Jumat (10/7/26) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, saksi melihat benda yang menyerupai kepala manusia muncul di permukaan air.
Namun, saksi tidak berani mendekat karena mengira benda tersebut bukan tubuh manusia. Selain itu, rasa takut juga muncul karena kawasan Sungai Cimunjul kerap dianggap angker oleh sebagian masyarakat.
Keesokan harinya, saksi menceritakan pengalamannya kepada seorang teman. Keduanya kemudian kembali ke lokasi dan menyusuri aliran sungai. Saat itulah sesosok mayat laki-laki ditemukan dan kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat kepolisian.
“Mereka kembali ke lokasi dan menelusuri aliran sungai. Dari hasil penelusuran itulah ditemukan sesosok mayat laki-laki yang kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian,” kata Subit.
Olah tempat kejadian perkara telah dilakukan, jenazah dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk menjalani visum luar. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan.
“Korban kami bawa ke RSUD Sekarwangi untuk dilakukan pemeriksaan awal berupa visum luar. Kami juga memintai keterangan para saksi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga,” jelasnya.
Dari hasil identifikasi, ayah korban memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan anaknya yang sebelumnya dinyatakan hilang selama empat hari.
Menurut Subit, pihak keluarga memilih menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi karena telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan ingin korban segera dimakamkan. Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum memiliki riwayat bipolar atau berhalusinasi,” pungkasnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
