Sukabuminow.com || Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui berbagai program strategis, salah satunya melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Program ini merupakan bentuk perlindungan terhadap petani dari risiko gagal panen akibat bencana alam, serangan hama, dan penyakit tumbuhan.
Kepala Bidang Prasarana dan Penanggulangan Bencana Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Gilar M Akmal, menyampaikan bahwa AUTP menjadi langkah konkret dalam menghadirkan rasa aman bagi petani dalam menjalankan aktivitas budidaya padi.
“Program AUTP memberikan jaminan pertanggungan maksimal Rp6 juta per hektare, dengan premi sebesar Rp180 ribu per hektare per musim tanam. Ini sangat membantu petani dalam menjaga keberlanjutan usaha taninya ketika terjadi risiko yang tidak diinginkan,” ujar Gilar, Rabu (9/7/25).
AUTP diperuntukkan bagi petani penggarap maupun pemilik lahan, dengan batas maksimal dua hektare per pendaftaran. Pada tahun 2023, luas lahan yang terdaftar dalam program ini mencapai 5.688,52 hektare. Sementara pada tahun 2024, hingga pertengahan tahun, sudah tercatat seluas 4.652,37 hektare lahan yang telah diasuransikan.
Menurut Gilar, fluktuasi luas kepesertaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kesadaran petani terhadap pentingnya asuransi, kondisi cuaca ekstrem yang makin sulit diprediksi, serta perluasan jangkauan sosialisasi oleh petugas lapangan.
“Kami terus melakukan edukasi kepada petani agar lebih banyak yang terlindungi melalui program AUTP. Ini selaras dengan Asta Cita Presiden yang menekankan pentingnya pembangunan pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gilar menegaskan bahwa perlindungan usaha tani tidak hanya sebatas upaya preventif, namun juga menjadi bagian dari skema besar untuk mendorong swasembada pangan yang berkelanjutan. Dengan lahan yang aman dan risiko yang diminimalkan, petani dapat lebih percaya diri dalam meningkatkan produktivitas.
“Program ini adalah bagian dari visi besar pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Kabupaten Sukabumi berkomitmen menjadi daerah yang mendukung penuh program strategis nasional tersebut,” tegas Gilar.
Dinas Pertanian juga membuka layanan konsultasi dan pendaftaran AUTP melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang tersebar di tiap kecamatan. Sosialisasi secara digital melalui media sosial juga terus digencarkan agar petani milenial ikut berpartisipasi dalam menjaga keberlanjutan pertanian.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
