Wabup Sukabumi Dorong Santri Kuasai Sains dan Teknologi, Pendidikan Pesantren Harus Adaptif

Sukabuminow.com || Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif terhadap perkembangan zaman kembali menjadi sorotan dalam dunia pendidikan pesantren di Kabupaten Sukabumi. Wakil Bupati Sukabumi Andreas menegaskan pentingnya penguatan kompetensi santri tidak hanya pada ilmu agama, tetapi juga sains dan teknologi.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan kelulusan santri kelas akhir Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyyah (TMI) Pondok Modern Assalam Putra di Kecamatan Bojonggenteng, Sabtu (6/6/26).

Sebanyak 36 santri mengikuti wisuda kelas akhir TMI Pondok Modern Assalam Putra. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam konteks tantangan global saat ini, pendidikan pesantren dinilai perlu memperluas orientasi pembelajaran agar mampu menjawab kebutuhan era digital, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama.

Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut, “Averouz Generation, Right Ready Resilient”, mencerminkan dorongan pembentukan generasi santri yang tidak hanya religius, tetapi juga adaptif, visioner, tangguh, dan memiliki orientasi masa depan yang jelas.

Menurut Andreas, kelulusan bukan sekadar akhir proses pendidikan, melainkan awal dari penerapan ilmu di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, penguasaan sains dan teknologi menjadi kebutuhan mendesak agar lulusan pesantren mampu bersaing di dunia kerja dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Wisuda ini bukan akhir belajar, tetapi awal dari aktualisasi ilmu. Santri perlu membuka diri terhadap perkembangan sains dan teknologi agar lebih komprehensif dan adaptif,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menempatkan penguatan pendidikan sebagai bagian dari strategi pembangunan SDM unggul. Hal ini sejalan dengan visi daerah untuk mewujudkan Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).

Dalam perspektif kebijakan pembangunan, integrasi antara pendidikan agama dan literasi teknologi dipandang penting untuk menjawab kesenjangan kompetensi di era digital, terutama di wilayah berbasis pendidikan pesantren.

Pengasuh Pondok Modern Assalam Putra, Badrusyamsi, menekankan pentingnya rasa syukur dan penerapan ilmu yang telah diperoleh santri agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mendorong kolaborasi antara lembaga pendidikan dan orang tua santri dalam membangun karakter generasi yang berilmu dan berdaya guna.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru