Sukabuminow.com || Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 3 Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan, Senin (30/3/26) pagi. Tiga ruang kelas di sekolah tersebut ambruk secara tiba-tiba saat masih digunakan, sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa ini sontak membuat suasana sekolah mencekam. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan yang ditimbulkan cukup parah hingga ketiga ruang kelas dipastikan tidak lagi layak digunakan.
Kondisi ini sekaligus menjadi sorotan serius terhadap kualitas infrastruktur pendidikan di daerah, terutama bangunan sekolah yang telah berusia tua dan minim perbaikan.
Camat Pabuaran, Ali Murtado, mengungkapkan bahwa ambruknya bangunan tersebut bukan sekadar faktor usia, melainkan juga dampak lanjutan dari bencana yang terjadi pada Desember 2024 lalu.
“Kami tentu sangat prihatin, karena ini adalah tempat belajar anak-anak. Kondisi bangunan yang ambruk ini merupakan dampak dari bencana pada Desember 2024 yang sampai saat ini belum seluruhnya tertangani karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihak kecamatan langsung bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Tim segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi serta memastikan keamanan lingkungan sekolah.
“Setelah mendapatkan laporan, tim kecamatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, dan selanjutnya sudah kami laporkan kepada Dinas Pendidikan untuk segera ditindaklanjuti,” katanya.
Menurut Ali, kondisi struktur bangunan yang sudah lapuk membuatnya tidak lagi mampu menahan beban, sehingga berisiko tinggi mengalami kerusakan sewaktu-waktu.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan sekolah, khususnya yang sudah berusia tua atau terdampak bencana.
Pemerintah kecamatan pun berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah agar pembangunan kembali ruang kelas dapat segera direalisasikan, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terganggu dalam jangka panjang.
“Kami berharap pasca kejadian ini ada alokasi anggaran yang menjadi prioritas untuk pembangunan kembali SMPN 3 Pabuaran,” tegasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
