Sukabuminow.com || Warga Kampung Cijambe, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di aliran sungai kecil atau susukan, Senin (30/3/26) siang.
Korban ditemukan dalam kondisi tengkurap di aliran air dangkal dengan kedalaman kurang dari satu meter, tepat di pinggir jalan kawasan permukiman warga. Lokasi tersebut diketahui kerap dilalui masyarakat karena berada di jalur aktivitas harian.
Kapolsek Warudoyong, Kompol Ana Ratna Dewi, mengungkapkan bahwa korban diketahui bernama Enan, berusia sekitar 60 tahun, yang merupakan warga setempat dan berprofesi sebagai buruh tani.
“Korban ditemukan oleh warga yang melintas di aliran sungai kecil. Saat ditemukan, posisi korban berada di dalam air,” ujar Ana.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya berpamitan untuk mencari pakan ternak dengan membawa peralatan seperti celurit dan karung.
“Dari keterangan istri korban, yang bersangkutan memang sedang pergi mencari rumput. Namun kondisi kesehatannya tidak terlalu baik, terutama pada bagian kaki,” jelasnya.
Di sekitar lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah barang milik korban, seperti celurit, karung, dan sandal. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban sedang beraktivitas sebelum ditemukan meninggal dunia.
Terkait adanya luka pada tubuh korban, pihak kepolisian menduga luka tersebut disebabkan benturan dengan batu di aliran sungai.
“Diduga korban tergelincir saat berada di aliran sungai, kemudian mengalami benturan. Namun untuk memastikan penyebab pasti kematian, masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit,” tambah Ana.
Usai menerima laporan warga, aparat kepolisian bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah. Proses evakuasi berlangsung singkat sebelum korban dibawa ke RSUD R. Syamsudin S.H untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini sempat membuat warga sekitar resah. Namun polisi memastikan situasi tetap aman dan terkendali, serta mengimbau masyarakat agar tetap tenang sambil menunggu hasil pemeriksaan medis resmi.
“Untuk hasil lengkap, kami masih menunggu visum dari tenaga medis. Nanti akan kami sampaikan perkembangan selanjutnya,” pungkasnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
