Sukabuminow.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mendatangi RSUD Palabuhanratu untuk memantau langsung kondisi warga yang menjadi korban dugaan keracunan makanan massal di Kampung Babadan, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Insiden tersebut diduga terjadi setelah warga mengonsumsi makanan dari acara haul pada Rabu (7/5/25) sore.
Ade menyebutkan, hingga Kamis (8/5/25), total warga yang dilaporkan mengalami gejala keracunan mencapai 106 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis. Namun, dua orang masih dirawat intensif di RSUD Palabuhanratu.
“Totalnya 106 orang, saat ini yang masih di rumah sakit dua orang. Mereka sudah dipindahkan dari IGD ke ruang perawatan,” ujarnya saat ditemui di RSUD Palabuhanratu.
Ade menjelaskan, sampel makanan dari acara haul tersebut telah diambil oleh Dinas Kesehatan untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab dugaan keracunan. “Kami masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan,” tambahnya.
Sebelumnya, acara haul almarhum Sukadana ke-17 di Kampung Babadan tersebut dilaksanakan pada Rabu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam acara tersebut, panitia membagikan besek makanan berisi nasi, semur daging, telur bulat balado, mie kuning, bihun, kerupuk, dan kue. Warga diketahui membawa pulang makanan tersebut dan mengonsumsinya di rumah masing-masing.
Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, sejumlah warga mulai merasakan gejala pusing, mual, dan muntah. Korban berjatuhan secara bertahap hingga mencapai 106 orang. Puluhan warga sempat dilarikan ke IGD RSUD Palabuhanratu dan posko darurat yang didirikan di Kampung Babadan.
Menurut Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, dari 106 korban, 54 orang dirawat di RSUD Palabuhanratu, sementara 52 lainnya ditangani di posko kesehatan oleh tim gabungan dari Puskesmas Palabuhanratu, Citarik, Cikakak, dan Simpenan.
“Hingga pagi tadi, pasien yang masih menjalani perawatan di IGD tersisa 18 orang, sementara 36 lainnya telah dipulangkan. Dua di antaranya merupakan warga Cisolok, sedangkan sisanya warga Palabuhanratu,” jelas Deni.
Deni menambahkan, pihaknya masih terus memantau perkembangan kondisi para korban dan menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang dikonsumsi warga. “Kami imbau warga yang mengalami gejala serupa untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.
Dugaan sementara, makanan dalam besek yang dibagikan saat haul menjadi penyebab utama keracunan massal ini. Hingga kini, pihak kecamatan dan tenaga kesehatan masih bersiaga mengantisipasi kemungkinan adanya tambahan korban.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
