Progres Kampung Mubarakah Sukabumi Capai 36 Persen, Harapan Baru Korban Pergeseran Tanah Mulai Terlihat

Sukabuminow.com || Ikhtiar Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dalam memulihkan kehidupan warga terdampak bencana pergeseran tanah di Kecamatan Palabuhanratu terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Juni 2026, pembangunan kawasan relokasi Kampung Mubarakah di Desa Cikadu telah mencapai 36 persen.

Program pembangunan hunian tetap tersebut menjadi salah satu proyek strategis penanganan pascabencana di Kabupaten Sukabumi. Saat ini, 40 unit rumah panggung tahap 1 tengah dibangun untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana pergerakan tanah yang melanda Kampung Gempol, Desa Cikadu, Palabuhanratu beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, melalui Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Rudi Abdullah, mengatakan progres pembangunan saat ini berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Menurut Rudi, pekerjaan yang dilaksanakan sejak 4 April 2026 itu kini memasuki minggu kesembilan pelaksanaan dengan waktu pengerjaan efektif selama 60 hari kerja dari total target 150 hari kerja.

“Per 2 Juni 2026, progres fisik pembangunan Kampung Mubarakah telah mencapai 36 persen. Secara umum pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang direncanakan dan terus kami monitor bersama seluruh pihak yang terlibat,” ujar Rudi, Rabu (3/6/26).

Ia menjelaskan, dari 40 unit rumah yang direncanakan, puluhan bangunan sudah mulai memperlihatkan bentuk hunian yang utuh.

Pada area tahap pertama, sebanyak 18 rangka rumah telah berdiri. Dari jumlah tersebut, 14 unit sudah terpasang atap spandek dan bilik, sedangkan empat unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian rangka bawah.

Sementara itu, pada tahap kedua, 12 rangka rumah telah berdiri. Enam unit di antaranya telah terpasang atap dan bilik, dua unit telah selesai pemasangan bilik, sedangkan empat unit lainnya masih dalam bentuk rangka bangunan.

Selain pembangunan struktur rumah, pekerjaan juga terus difokuskan pada penataan lahan melalui kegiatan cut and fill untuk memastikan kawasan relokasi memiliki tingkat keamanan yang memadai bagi para penghuni nantinya.

Rudi menegaskan, pembangunan Kampung Mubarakah tidak sekadar menghadirkan rumah baru, melainkan menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam membangun kawasan hunian yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.

“Kampung Mubarakah merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan hunian yang layak, aman, dan berada di lokasi yang lebih minim risiko. Kami ingin proses relokasi ini benar-benar memberikan kepastian masa depan bagi warga,” katanya.

Pembangunan kawasan tersebut dilaksanakan oleh Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi dengan dukungan lintas sektor. Saat ini sebanyak 17 personel terlibat dalam proses pembangunan yang terdiri atas tenaga teknis, pengawas lapangan, unsur TNI, dan tenaga pendukung lainnya.

Keberadaan Kampung Mubarakah dinilai memiliki nilai strategis yang lebih luas dibanding sekadar program pembangunan rumah. Kawasan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana sekaligus mendukung tata ruang yang lebih aman di wilayah rawan pergerakan tanah.

Di tengah meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi dan geologi di berbagai daerah Indonesia, pembangunan hunian tetap berbasis mitigasi seperti Kampung Mubarakah menjadi contoh nyata bagaimana proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

Rudi berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai jadwal sehingga masyarakat terdampak segera dapat menempati rumah baru mereka.

“Kami berharap pembangunan dapat terus berjalan sesuai target sehingga masyarakat yang selama ini menunggu kepastian hunian dapat segera menempati rumah yang aman dan nyaman. Ini menjadi langkah penting dalam pemulihan kehidupan warga pascabencana,” pungkasnya.

Dengan sisa waktu pengerjaan sekitar 90 hari kerja, Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis Kampung Mubarakah akan menjadi simbol kebangkitan masyarakat terdampak bencana sekaligus model penanganan relokasi yang humanis, aman, dan berkelanjutan di tingkat nasional.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru