Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Penerima Hibah Bidang Keagamaan Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, di Aula PKK Pendopo Palabuhanratu, Senin (3/11/25).
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 November 2025 ini diikuti oleh 144 calon penerima hibah lembaga keagamaan dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Melalui bimtek ini, Pemkab Sukabumi berupaya memastikan seluruh penerima hibah memahami prosedur, ketentuan hukum, dan mekanisme pertanggungjawaban dana hibah agar penggunaan anggaran publik benar-benar tepat sasaran.
Ade menegaskan, program hibah bagi lembaga keagamaan bukan hanya bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
“Pemberian dana hibah kepada lembaga keagamaan merupakan refleksi dari kesungguhan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mewujudkan visi daerah, yakni terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah. Salah satu jalannya adalah melalui penguatan lembaga dan sarana keagamaan,” ujarnya.
Ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan dana hibah. Kesalahan dalam proses administrasi atau penggunaan anggaran dapat berdampak hukum serta menghambat manfaat yang seharusnya diterima masyarakat.
“Kita optimistis melalui bimtek ini para penerima hibah akan memahami prinsip kehati-hatian, tertib administrasi, dan ketepatan peruntukan, sehingga dana hibah benar-benar memberi dampak nyata bagi penerima manfaat,” tambahnya.
Lebih jauh, Ade berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bersama tentang mekanisme pemberian dan penggunaan hibah daerah. Dengan demikian, seluruh pihak dapat menyamakan persepsi dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan penggunaan dana hibah di Kabupaten Sukabumi.
“Bimtek ini tidak sekadar kegiatan formal, tetapi bagian penting dari upaya membangun tata kelola hibah yang profesional dan berintegritas,” tegasnya.
Reporter: Ridwan HMS
Redaktur: Andra Permana
