Kabupaten SukabumiPilkada 2020

Tiga Paslon Diduga Langgar Protokol Kesehatan Saat Kampanye, Ini Kata Bawaslu Kabupaten Sukabumi

Reporter : Mulya

Sukabuminow.com || Tiga pasangan calon Kepala Daerah Kabupaten Sukabumi terindikasi melanggar protokol kesehatan Covid-19. Dua di antaranya bahkan terindikasi tidak melayangkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) alias tidak melapor soal kegiatannya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi, Teguh Hariyanto, mengatakan, pelanggaran protokol kesehatan dilakukan hampir seluruh Paslon. Yang terbaru pasangan nomor urut 1, yang kegiatannya dihadiri oleh istri dari Cawabup Iman Adinugraha terindikasi melanggar protokol kesehatan.

“Kegiatan dilakukan istri Pak Iman dengan ibu-ibu pengajian di wilayah Surade,” ucapnya saat dihubungi via telepon, Kamis (15/10/20).

“Untuk paslon no 1 (Adjo – Iman) di Jampang Kulon tersebar foto ibu-ibu (berkerumun). Jadi Panwascam tidak ada pemberitahuan, namun hal itu juga sudah diingatkan oleh Panwascam dikasih surat peringatan kepada panitianya dengan berbagai alasan. Panitia kan timnya di sana, di Jampang Kulon,” jelasnya.

Sedangkan untuk pasangan nomor urut 2 (Marwan – Iyos), Teguh menyebut, pelanggaran protokol kesehatan terjadi saat sebuah kegiatan di Kecamatan Cicantayan. Kegiatan itu dikatakan termonitor oleh Bawaslu karena ada STTP yang diberikan sehingga terawasi oleh Panwascam setempat.

“Kegiatan yang dihadiri mengundang kerumunan massa, sudah kita layangkan surat peringatan ke tim yang bersangkutan juga ditembuskan,” jelasnya

Terkait pelanggaran oleh Paslon no urut 3 (Abu Bakar – Sirojudin), dikatakan Teguh tidak ada pemberitahuan dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang di salah satu pesantren di wilayah Kecamatan Kadudampit. Kegiatan tersebut dihadiri Cabup nomor urut 3.

“Kegiatan itu dilakukan tertutup, tidak ada juga pemberitahuan terkait kedatangan calon ke sana. Informasinya rekan-rekan (sudah) menanyakan bahwa itu kegiatan silaturahmi pesantren dan warga NU di sana. Selanjutnya Panwascam Kadudampit melakukan penelusuran ke lapangan, ternyata betul itu kegiatannya hari kemarin. Hari ini, Panwascam akan melayangkan surat peringatan,” bebernya.

Menurut Teguh, aturan soal protokol kesehatan menjadi pokok utama yang harus diperhatikan seluruh Paslon di kampanye masa pandemi Covid-19. Begitu juga STTP sebagai bentuk laporan kehadiran, harus ada dalam setiap pergerakan kampanye masing-masing calon.

“Itukan sudah jelas di PKPU nomor 11 tahun 2013 dan 2020 yang terbaru juga sama, ada imbauannya juga serta disampaikan KPU dalam surat. Kita juga menyampaikan bahwa setiap kegiatan para calon itu harus ada STTP ke kepolisian dan tembusan ke kita juga, terkait kegiatan ataupun berjenjang di bawah,” sambungnya.

“Kita juga kan ada tim Covid, tim gugus tugas. Itu unsurnya dari kepolisian, kejaksaan, Pjs Bupati Sukabumi masuk juga di struktur. TNI dan Polri juga dilibatkan. Kerumunan dibatasi, itu sudah jauh-jauh hari di imbaunya,” terangnya.

Soal sanksi, selain peringatan ketika pelanggaran terus dilakukan maka sanksi pengurangan massa kampanye akan dikenakan kepada para Paslon yang melanggar protokol kesehatan.

“Sanksi ada peringatan. Jika tidak di gubris, bisa kita bubarkan kegiatannya. Pembubaran rekomendasinya oleh pihak kepolisian. Sanksinya akan kita sampaikan ke tim masing-masing Paslon,” tandasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close